Asnawi Mangkualam Berusaha Mendobrak Stigma Negatif Sepak Bola Indonesia

Bek , Mangkualam Bahar berbicara soal bagaimana ia berusaha mendobrak stigma negatif sepak .

Seperti diketahui, Asnawi Mangkualam saat ini tengah memperkuat tim asal Korea Selatan, .

Namun, bergabungnya Asnawi Mangkualam ke klub kasta kedua Liga Korea Selatan itu dibumbui dengan pro dan kontra.

Bagaimana tidak? Ansan Greeners menerima banyak ledekan karena merekrut Asnawi Mangkualam.

Pemain yang didatangkan dari Indonesia, yang mana sepak bola tak dipandang bagus dimata dunia.

Bahkan di mata Asia Tenggara saja, Indonesia masih dinilai kurang bagus.

Sehingga banyak cibiran dilayangkan ke Ansan Greeners.

Tetapi tak sedikit pula yang memuji lantaran memberi kepercayaan dan kesempatan kepada Asnawi.

Bahkan pro kotra itu juga terjadi diinternal Ansan Greeners untuk mendatangkan Asnawi waktu itu.

Tetapi akhirnya keraguan itu hilang setelah pelatih , Shin Tae-yong memberi rekomendasi ke tim pelatih Ansan Greeners.

Dengan kesempatan itu, pemain berusia 22 tahun itu mengaku bersyukur.

Asnawi bersyukur bisa bermain di luar negeri karena itu merupakan cita-citanya sedari kecil.

“Kalau bicara kesempatan saya sangat bersyukur karena memang cita-cita saya main di luar Indonesia itu sangat besar,” ujar Asnawi Mangkualam sebagaimana dikutip BolaSport.com dari YouTube resmi .

“Saya sudah dari kecil punya impian untuk bermain di luar Indonesia. Alhamdulillah tahun ini bisa tercapai,” ucapnya.

Mantan pemain PSM Makassar itu bahkan mengatakan bahwa kepergiannya ke Korea Selatan bukan hanya karena alasan nasib sepak bola Indonesia tidak jelas saat itu.

Hal ini karena sebelumnya, Asnawi memutuskan ke Korea saat sepak bola Indonesia masih mandek lantaran adanya pandemi Covid-19.

Tetapi, itu memang karena keinginannya sedari kecil untuk bisa berkarier di luar negeri.

“Memang bukan karena situasi saat ini ya terus saya memutuskan keluar, tidak. Tetapi karena memang impian saya,” kata Asnawi.

“Saya sudah menunggu dari tahun 2017. Saya juga sudah dijanjikan oleh beberapa agen, tetapi tidak ada selesai masalah administrasi dan lain-lain.”

Ia mengakui bahwa hal itu memang tidak mudah untuk bisa bermain di luar negeri.

Bukan hanya masalah administrasi saja menurut Asnawi.

Tetapi juga masalah pemain Indonesia yang tak bisa dengan mudah bermain ke luar negeri.

Asnawi mengungkapkan bagaimana sulitnya ia untuk bisa berkarier di luar negeri.

Anak dari legenda sepak bola Indonesia, Bahar Muharram itu menceritakan bahwa sejak 2017 ia sudah mencari klub di luar negeri.

Ia mencari untuk bisa bermain di luar negeri, tetapi itu tidak mudah karena sepak bola tidak memiliki catatan apik.

Sehingga pemain sepak bola Indonesia dipandang sebelah mata, karena sampai saat ini Indonesia juga masih menempati peringkat 165.

Tentu saja, tak banyak klub yang memperhitungkan pemain-pemain Indonesia.

Namun, karena situasi itu akhirnya Asnawi yang berusaha mendobrak stigma sepak bola Indonesia mulai berhasil.

Ia selalu masuk dalam jajaran starting Ansan Greeners setiap kali ada pertandingan.

Walaupun pada awal-awal ia juga selalu bermain sebagai pemain pengganti, tetapi kesini-sini ia bisa mendobrak hal itu.

Usaha Asnawi mendobrak stigma sepak bola Indonesia itu bukan tanpa resiko.

Ia mengaku berani mengambil keputusan dengan bermain diluar negeri itu juga dibarengi dengan turunnya harga dia.

Asnawi menurunkan harga pasarnya untuk bisa bermain di luar negeri dan keberanian itu pun membuatnya saat ini semakin dibanggakan oleh para pecinta sepak bola Tanah Air.

“Memang tidak mudah untuk bermain di luar itu. Banyak hal yang haarus diselesaikan. Apalagi kan kita sebagai pemain Indonesia. Ranking FIFA-nya kurang bagus saat ini. Jadi kita dianggap remeh di luar,” tuturnya.

“Jadi buat kita untuk mendapatkan klub di luar itu tidak mudah. Makanya aku sekali mendapat kesempatan langsung saya jawab oke, ya udah.”

“Masalah harga dan lain-lainnya tidak ada masalah dan saya langsung tanda tangan saja.”

Menurutnya itu adalah kesempatan yang bagus untuk membuktikan diri bahwa pemain sepak bola Indonesia juga layak diperhitungkan.

Setelah kontraknya dengan Ansan Greeners yang akan habis pada akhir tahun ini.

Asnasi pun mengaku masih mencari klub baru untuk tetap bisa berkarier di sepak bola Korea Selatan.

Berita Terkait