PSSI Tunggu Keputusan AFC Terkait Pemakaian Bendera Di Kualifikasi Piala Asia U-23

sudah menyiapkan bendera untuk dipakai U-23 melawan Australia U-23, pada kualifikasi . Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi bila bendera Merah-Putih, tak bisa dikibarkan di laga tersebut.

Bendera Merah-Putih, terancam tidak dapat dikibarkan karena sedang dihukum Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Sanksi tersebut diberikan akibat Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) gagal memberi laporan selama 2020-21.

Indonesia sudah merasakan bendera Merah-Putih dilarang berkibar saat tim bulu tangkis menjuarai Piala Thomas, di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10). Sebagai gantinya, bendera PBSI yang dipasang ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan di podium.

“Sehingga nanti mungkin bendera ditayangkan pada saat pertandingan mungkin ada, tapi kalau pertandingan ini kan biasa saja, bukan pertandingan final penentu ya,” kata ketua umum PSSI Mochamad Iriawan.

Iriawan menyatakan pihaknya masih menunggu informasi dari terkait pemakaian bendera. Ia menyebut PSSI terus menjalin komunikasi dengan konfederasi sepakbola Asia tersebut.

“Apakah pakai bendera Indonesia atau nanti bendera PSSI, kami belum bisa memastikan karena belum ada surat dari AFC. Harus jelas, harus tertulis. Supaya nanti kami bisa tanggung jawab nanti. Kita tunggu ya,” ucapnya.

Saat ini , tengah melakukan persiapan matang untuk melawan Australia U-23. Skuad Garuda Muda, tidak cuma berlatih saja melainkan melakoni dua laga uji coba.

Dari dua laga uji coba yang dimainkan, Indonesia U-23 berhasil meraih kemenangan. Pasukan tersebut mengalahkan Tajikistan U-23 dengan skor 2-1, dan Nepal U-23 dua gol tanpa balas.

Selain Australia U-23 sebenarnya ada Tiongkok U-23 dan Brunei Darussalam U-23 yang menempati Grup G kualifikasi Piala Asia U-23. Akan tetapi, kedua negara tersebut memutuskan mengundurkan diri.

Alhasil, timnas Indonesia U-23 bakal melakoni dua kali laga melawan Australia U-23. Leg pertama dilangsungkan 26 Oktober dan tiga hari kemudian memainkan leg kedua.

Berita Terkait