Dua Tahun Tinggal di Eropa Buat Witan Sulaeman Tak Masalah dengan Suhu Dingin Tajikistan

menyatakan sudah terbiasa dengan cuaca dingin Eropa sehingga tak mengalami problem di Tajikistan.

Wonderkid , Witan Sulaeman, sedang merasakan keuntungan berkarier di Eropa.

Witan Sulaeman saat ini sedang bersiap bersama menghadapi Kualifikasi di Tajikistan.

Indonesia U-23 dijadwalkan menghadapi Australia dalam dua leg pada Selasa dan Jumat (26&29/10/2021).

Pelatih timnas Indonesia U-23, , sejak jauh hari menuturkan para Garuda Muda harus menaklukkan cuaca dingin Tajikistan.

Suhu udara di siang hari cuma berkisar 13 hingga 16 derajat, sedangkan suhu pagi hari bisa anjlok hingga 4 derajat.

“Saat ini suhu udara kami belum terlalu dingin,” ucap Shin saat pertama kali tiba di Tajikistan (15/10/2021).

“Namun saat pertandingan nanti pasti lebih dingin, pemain harus bisa melawan cuaca dingin,” imbuhnya.

Namun, ada satu pemain yang tampak tak terganggu dengan cuaca membeku di Tajikistan tersebut.

Pemain tersebut yaitu Witan Sulaeman, yang telah merumput di Eropa sejak 2019.

Ia mula-mula membela klub Serbia Radnik Surdulica selama 1,5 tahun, lalu hijrah ke di Polandia pada September lalu.

“Kalau soal suhu udara menurut saya pribadi nggak terlalu masalah,” ucap Witan di kanal Youtube PSSI (23/10/2021).

“Soalnya kan di Eropa juga lebih dingin daripada di sini,” jelasnya.

Witan juga menjadi salah satu pemain yang bersinar dalam laga uji coba sebelum menghadapi Australia.

Pada Jumat (22/10/2021), Witan menjadi pencetak gol kedua timnas Indonesia U-23 dalam uji coba melawan Nepal.

Witan mengakui rekan setimnya harus lebih berisik saat bermain untuk menjalankan komunikasi di antara pemain.

“Komunikasi di lapangan harus kami perbaiki, selain itu kami harus terus bekerja keras dan fokus selama 90 menit pertandingan,” urainya.

“Kami berharap dapat mencapai puncak performa saat laga melawan Australia nanti,” pungkasnya.

Berita Terkait