“Malu Sepakbola Indonesia Seperti Ini. Mestinya Kita Malu!” – Aji Santoso Kesal Pada Kinerja Wasit

Wasit kompetisi sepakbola Indonesia tak henti-henti mendapat sorotan karena keputusan mereka yang keliru. Terbaru, mengeluhkan bagaimana wasit laga Persebaya Surabaya dan banyak merugikan timnya.

Persebaya melawan Persela pada pekan lanjutan 2021/22, di , Kabupaten Sleman, Kamis (21/10) malam. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1. Tapi sebenarnya, Persebaya bisa saja mengambil poin penuh.

Pasalnya, wasit Mustofha Umarella menganulir gol tendangan bebas dari yang sudah melewati garis gawang, tapi akhirnya ditangkap kembali oleh kiper Persela, . Selain itu, gol Ivan Carlos jelas-jelas offside.

Aji benar-benar geger dengan beberapa keputusan wasit. Dari sejak pekan pertama Liga 1 hingga kini memasuki pekan delapan, kinerja wasit memang mendapat banyak sorotan dari pelaku di lapangan, hingga warganet pencinta sepakbola lokal.

“Yang saya tekankan, setelah kami masuk ke ruang ganti pemain, saya melihat foto dan video siaran ulang, bahwa yang pertama, gol pertama Persebaya Surabaya 100 persen gol. Yang kedua gol dari Ivan Carlos offside dan jauh sekali,” buka Aji.

harus turun tangan untuk melakukan evaluasi. Tidak hanya Liga 1 bahkan Liga 2 banyak keputusan yang sangat kontroversial dan tidak bisa didiamkan. Ini demi kebaikan sepakbola Indonesia, demi fair play-nya sepakbola, kita harus melakukan evaluasi besar-besaran terhadap wasit,” sambung dia.

Sebenarnya pada setiap laga Liga 1 dan Liga 2, ada wakil dari Satgas Antimafia Sepakbola Indonesia yang memantau di stadion. Biasanya, mereka berdiri di belakang bench tim, tapi Aji juga bingung sebenarnya apa yang mereka lakukan.

“Ada Satgas buat apa kalau berdiri saja tapi tidak melakukan tindakan, jika ada sesuatu yang menurut pengamatan banyak orang itu tidak sesuai,” keluhnya. “Wasit mungkin tidak melihat, tetapi asisten wasit satu mestinya bisa melihat gol tersebut, dan asisten wasit kedua bisa melihat posisi Ivan Carlos.”

“Saya lihat ada tim yang mencetak 100 persen dianulir karena pelanggaran, ada yang 100 persen penalti ditarik menjadi tendangan bebas. Malu sepakbola Indonesia seperti ini, mestinya kita malu, apalagi disiarkan di televisi. Maka saya akan berkomunikasi dengan manajer tim untuk melayangkan surat kritik terhadap kepemimpinan wasit,” tukasnya.

Iwan Setiawan tak nyaman Persela diuntungkan wasit

Senada dengan Aji, Iwan Setiawan sebagai pelatih Persela juga tidak bangga dengan gol yang dicetak Ivan Carlos. Ia berharap kinerja wasit benar-benar mendapat evaluasi dari para petinggi PSSI. Bahkan selain keluhan Iwan, Ivan sendiri sudah menilai wasit keliru mengsahkan golnya.

“Dalam hal ini, sebenarnya kita ingin membangun sepakbola yang lebih baik. Saya sebagai coach dengan perkembangan kepelatihan terbaru, begitu juga mestinya dengan wasit,” ujar Iwan.

“Kalau saya, ketika tim saya menang, tetapi karena kebijakan wasit yang katakanlah berpihak kepada kami, jujur saja saya tidak nyaman. Kita harus introspeksi diri, apalagi banyak pertandingan live, saya rasa teman-teman wasit bisa melihatnya di televisi, dan bisa menjadi acuan untuk evaluasi,” tutupnya.

Berita Terkait