Kata Angelo Alessio Setelah Persija Kalah dari Arema di BRI Liga 1: Saya Tidak Minta Bantuan Wasit, tapi Pimpin yang Benar Dong!

Pelatih , kecewa terhadap kepemimpinan . Arsitek asal Italia itu tidak meminta bantuan, namun menginginkan keputusan yang benar dari pengadil pertandingan.

Alessio merasa Oki Dwi Putra membuat tiga kesalahan fatal yang merugikan Persija Jakarta.

Bekas tangan kanan Antonio Conte itu menganggap bahwa Oki Dwi Putra seharusnya mengesahkan gol , memberikan tambahan waktu yang lebih banyak, dan menghadiahkan timnya tendangan penalti pada babak pertama.

“Pada babak pertama, seharusnya kami mendapatkan penalti. Lalu kami mencetak gol lewat Simic. Kemudian hanya ada tambahan waktu tiga menit. Saya pikir itu sangat sebentar,” kata Alessio dalam konferensi pers virtual pasca-laga, Minggu (17/10/2021).

“Sulit mengatakan sesuatu tentang ini sebab saya pikir kami tidak meminta bantuan dari wasit, namun menginginkan keputusan yang benar,” imbuh pelatih berusia 56 tahun itu.

Kekalahan Pertama Persija

Akibat sejumlah keputusan Oki Dwi Putra yang bikin merana, Persija Jakarta dibekap FC 0-1 dalam pekan ketujuh BRI /2022 di Stadion , Solo, Minggu (17/10/2021).

Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi tim berjuluk Macan Kemayoran itu di musim ini.

“Inilah sepak bola. Oke. Namun, saya tidak terbiasa dengan situasi ini. Kami memang kalah, namun kami tidak pantas mendapatkan hasil seperti ini,” jelas Alessio.

Persija Antiklimaks di Injury Time

Puncaknya terjadi di masa injury time. Oki Dwi Putra menganulir gol penyama kedudukan Persija lewat Simic.

Ada dua kejadian ketika gol Simic tidak disahkan. Pertama, striker asal Kroasia itu bertubrukan dengan kiper Arema FC, . Namun, Simic lebih dulu menyentuh bola sebelum menabrak penjaga gawang asal Brasil itu.

Kedua, bek Persija, Yann Motta terjatuh di kotak penalti setelah didorong pemain belakang Arema FC, Johan Alfarizi.

Sontak, para pemain Persija protes. Namun, Oki Dwi Putra bergeming dengan keputusannya. Gol Simic tetap dianggap ilegal.

Berita Terkait