Jalan Berat Timnas U-23, Harus Lewati Australia untuk ke Piala Asia 2022

Perjuangan U-23 lolos ke terbilang berat. Mereka harus menyingkirkan Australia dan menjadi juara Grup G pada kualifikasi.

Sebenarnya ada empat tim, termasuk Timnas U-23, yang menempati Grup G. Tapi Brunei dan China mundur sehingga Grup G kini hanya menyisakan Timnas U-23 dan Australia saja.

kemudian memutuskan Timnas U-23 dan Australia akan saling berhadapan. Cuma menjadi juara grup yang bisa meloloskan Timnas U-23 ke babak utama.

Saat Grup G masih berisi 4 tim, Timnas U-23 bisa mengincar posisi runner-up untuk lolos dari U-23. Tetapi Grup G sudah tak berhak untuk meloloskan tim runner-up lagi karena hanya diisi oleh dua tim.

“Keadaan ini sangat tidak adil bagi kami. Brunei mengundurkan diri setelah drawing dan dari situ saja sebenarnya kami sudah di situasi yang sangat dirugikan,” kata Pelatih Timnas U-23 dalam pernyataannya yang dirilis PSSI.

“Sampai akhirnya China mengundurkan diri juga dan sekarang ruginya itu karena tak ada peringkat dua (runner-up), tetapi hanya peringkat 1 yang lolos kualifikasi,” ujarnya menambahkan.

Mundurnya peserta dari kualifikasi memang menjadi masalah buat event-event AFC. Sebelum Brunei dan China, Korea Utara dari Grup K juga sudah lebih dulu mengundurkan diri dari kualifikasi.

Saat itu, mundurnya Korut mengakibatkan Grup K yang awalnya cuma diisi tiga tim pun tinggal menyisakan dua tim saja yakni Jepang dan Kamboja. AFC sempat menggelar drawing ulang pada 11 Agustus lalu merespons mundurnya Korut yang menghasilkan Hong Kong dipindahkan dari Grup I ke Grup K.

Drawing ulang buat Grup G sebenarnya bisa saja terjadi, namun mundurnya China sudah terlalu mepet dengan babak kualifikasi yang sedianya sudah digelar mulai 22 Oktober mendatang.

Untuk situasi Grup G, Timnas U-23 memang dirugikan. Cuma kemenangan atau mengungguli poin Australia yang bisa meloloskan Garuda Muda ke babak utama.

“Jadi pihak dari AFC pun harus mempertimbangkan masalah yang terjadi seperti ini,” ucap Shin Tae-yong.

Berita Terkait