Mohammed Rashid: Hanya Di Satu Laga Persib Bandung Bermain Tidak Bagus

Gelandang Persib Bandung Mohammed Rashid mengaku hanya di satu pertandingan saja Pangeran Biru tidak bermain bagus dari enam laga di Series 1 Liga 1 2021/22. Rashid menyebutkan Persib akan bermain lebih baik di Series 2.

Torehan dua kemenangan dan empat imbang sepanjang Series 1 mematik kekecewaan suporter, dan mulai mempertanyakan kinerja tim. Bobotoh menilai dengan materi pemain yang dimiliki, Persib seharusnya bisa mendapatkan hasil lebih baik.

Rashid memaklumi kegusaran Bobotoh. Menurut pemain berpaspor Palestina ini, Persib tidak dipayungi keberuntungan di empat pertandingan yang berakhir imbang. Rashid menilai permainan Persib tidak bagus hanya ketika ditahan Bali United 2-2 saat mereka unggul jumlah pemain.

“Mengenai apa yang terjadi, saya tidak bisa mengatakan itu, karena menjadi ranahnya pelatih. Saya hanya bisa berkata kami tidak beruntung di beberapa pertandingan,” ungkap Rashid dikutip laman Simamaung.

“Hanya di satu laga kami tidak bermain dengan baik, menghadapi Bali [United], karena kami mengendalikan pertandingan, tapi kami membuang kemenangan itu. Di laga lainnya saya rasa kami tidak beruntung, karena punya peluang tapi gagal dalam memanfaatkan itu menjadi gol.”

“Terkadang bekerja keras bukan menjadi jawaban. Terkadang kami harus rileks dan gol akan datang dengan sendirinya. Tapi kami harus belajar dari kesalahan, dan kini kami menatap series kedua. Harapannya kami belajar dari series pertama. dan meraih hasil yang bagus.”

Rashid mengakui dirinya belum tampil maksimal, meski sejauh ini telah menyumbang dua gol bagi tim. Rashid menyatakan, ia merasa marah, karena mereka gagal mendapatkan kemenangan di empat pertandingan.

“Saya tidak berbicara mengenai dua gol yang dicetak, tapi lebih pada bagaimana saya bekerja sebagai gelandang. Saya melihat dari sisi performa, dan menurut saya tidak buruk. Sejujurnya saya masih bisa lebih baik, tapi dari enam laga secara pribadi, menurut saya ini awalan yang bagus,” beber Rashid.

“Tentu saja, kami selalu ingin menang. Tidak ada pemain yang tidak ingin menang. Jika ada pemain yang tidak merasa marah ketika kalah atau bermain imbang, itu bukan pemain (pesepakbola), dan ada yang salah dengan itu.”

“Saya katakan dengan jujur, semua pemain marah, karena kami ingin menang. Ketika kami layak untuk menang, kami marah karena gagal mendapatkan itu. Tapi pada akhirnya, itulah sepakbola, ada menang, kalah, dan imbang.”