Barito Putera Dihujat Pasang Skema Bertahan di Liga 1, Djanur: Kami Tidak Ada Niat

Barito Putera harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC di pekan keenam Liga 1 2021, Minggu (03/10/21), saat berlaga di Stadion Si Jalak Harupat.

Sempat unggul 1-0 di babak pertama, skuat Barito seakan main bertahan. Namun, kubu Bhayangkara FC makin panas dan berbalik unggul, hingga laga ditutup di angka 2-3. 

Barito kemudian mendapat kritik dari fans, lantaran memasang skema bertahan, tidak terus menyerang meski tim sudah unggul.

Bagi banyak penggemar, hal itu diakui menjadi faktor utama mengapa Laskar Antasari sering kebobolan di menit akhir.

Namun, pelatih kepala Barito Putera, Djajang Nurdjaman berkilah saat dituduh memasang skema bertahan saat unggul.

Aleksandar Rakic dkk memang ingin menyerang pertahanan lawan, tapi skuat Bhayangkara FC memberikan tekanan yang membuat pola serangan mereka mati kutu.

“Kita tidak ada niat untuk main bertahan, terutama setelah unggul. Tapi tekanan dari mereka cukup kuat, sehingga kami dipaksa untuk menunggu,” ungkap Djanur usai laga.

“Kami agak sedikit nervous, sehingga terjadi dua gol beruntun dalam waktu yang tidak terlalu lama,” lanjut Djanur, menyebut dua gol Ezechiel N’Douassel di menit 75 dan 79.

Selain itu, pukulan juga datang saat pilar asing Barito, Rafinha, cedera di menit ke-16 dan harus ditarik keluar. Alhasil, skema yang diharapkan Djanur pun tidak berkembang.

“Hilangnya Rafinha yang bermain kurang dari 20 menit juga cukup mempengaruhi penampilan secara umum,” ucap Djanur.

“Seri Satu, jauh dari harapan. Kita harus perbaiki di Seri Kedua,” pungkasnya.

Selama enam pekan pertama Liga 1 2021, Barito Putera meraih satu kemenangan, satu hasil imbang dan empat kekalahan, sehingga ada di zona merah klasemen.