Ilija Spasojevic dan 4 Pemain Naturalisasi yang Diabaikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia untuk Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023

Timnas Indonesia sedang mempersiapkan diri menghadapi Chinese Taipei menjalani play-off babak Kualifikasi Piala Asia 2023. Laga kontra Chinese Taipei digelar di Thailand pada 7 dan 11 Oktober 2021 mendatang.

Ada 30 pemain dipanggil pelatih kepala, Shin Tae-yong dan menjalani pemusatan latihan di Jakarta. Menariknya hanya ada satu pemain berstatus naturalisasi di tim Merah-Putih saat ini, yaitu bek Victor Igbonefo dari Bandung.

Shin Tae-yong atau coach Shin Tae-yong tampaknya lebih memprioritaskan pemain lokal Indonesia. Tidak ada juga sosok Ilija Spasojevic yang sebenarnya sedang tampil menawan bersama Bali United. Padahal Spasojevic sedang moncer di BRI Liga 1, dengan membuat lima gol dari enam pertandingan.

Namun, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, punya pertimbangan tersendiri untuk tidak memanggilnya di skuadnya, yaitu karena karakteristik permainan dan usia yang kurang cocok dengan keinginan pelatih asal Korea Selatan tersebut.

“Pergerakan yang saya inginkan dengan gaya permainan dia itu berbeda. Dia juga sudah berumur. Saya mengakui kemampuan Ilija Spasojevic,” terang Shin Tae-yong belum lama ini.

Selain Spasojevic, sebenarnya masih ada beberapa pemain naturalisasi yang tidak kalah berpenampilan mentereng di klubnya masing-masing. Tidak hanya dari BRI Liga 1, ada juga dari level yang masih layak dipanggil kembali.

Bola.com punya ulasan menarik tentang beberapa pemain naturalisasi lain yang diabaikan Shin Tae-yong untuk masuk Timnas Indonesia seperti halnya Ilija Spasojevic. Siapa saja mereka? Berikut ini daftarnya:

Otavio Dutra
Bek tengah Persija Jakarta yang masih selalu menjadi andalan hingga di BRI /2022. Dutra sejauh ini menjadi tumpuan lini belakang Persija berduet dengan Yann Motta.

Meski sudah berusia 37 tahun, kemampuannya belum habis. Selalu tampil dalam enam pertandingan di BRI Liga 1 2021/2022 sejauh ini dan mengoleksi satu gol ke gawang PSIS Semarang pada pekan kedua.

Dutra dikenal sebagai bek kukuh dengan postur tinggi dan segudang pengalaman. Kelebihannya mampu menghentikan lawan dengan bersih dan memanfaatkan situasi set piece dengan kerap mencetak gol dari sundulan.

Fabiano Beltrame
Stoper klub Liga 2, Persis Solo, ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Fabiano Beltrame rela bermain di kasta kedua bersama Persis karena target tinggi yang diusung klub barunya itu.

Tidak ada salahnya Shin Tae-yong memanggilnya, sekaligus menjawab rasa penasaran karena Fabiano belum pernah mencicipi seragam Timnas Indonesia sejak dinaturalisasi

Pemain berusia 38 tahun itu dikenal sebagai bek tangguh yang ditunjang postur dan fisik yang prima. Ia merupakan satu di antara bek dengan tingkat kerapatan tinggi. Ia juga jago dalam lmelancarkan tekel bersih untuk mengamankan wilayahnya.

Sejauh ini Beltrame sudah melakoni debutnya di Persis saat menghadapi PSG Pati pada laga pembukaan Liga 2 2021 di Stadion , Solo, pada akhir pekan lalu. Ia tampil penuh selama 90 menit dan memberikan kenyamanan di lini belakang Persis.

Guy Junior
andalan Borneo FC yang punya ketajaman dan selalu tampil impresif. Ia sudah bermain tiga kali di BRI Liga 1 2021/2022 dan mencetak satu gol ke gawang di pertandingan pertama.

Guy Junior punya pengalaman yang banyak, di antaranya bermain untuk Persidafon Dafonsoro, Persebaya Surabaya, Wamena, , Madura United, Bhayangkara FC, PSM Makassar, dan kini Borneo FC.

Pemain asal Kamerun berusia 35 tahun yang sah menjadi WNI pada 2016 ini ingin sekali bisa membela Timnas Indonesia. Hanya saja pintu menuju Tim Garuda belum sempat terbuka untuknya.

Alberto Goncalves
Sosoknya tentu tidak asing lagi di persepakbolaan nasional. Beto merupakan striker penuh pengalaman yang melanglang buana bersama beberapa klub besar Indonesia.

Pemain berusia 40 tahun tersebut pernah berseragam Persijap Jepara, Jayapura, Arema, Sriwijaya FC, dan terakhir di Madura United. Beto juga pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia setelah menjadi WNI pada 2018.

Beto menjadi andalan bersama Timnas Indonesia saat tampil di Asian Games 2018, di bawah naungan Luis Milla. Begitu juga saat ikut memperkuat tim Merah-Putih dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 saat Simon McMenemy menjadi pelatih.

Beto dikenal sebagai momok bagi lini belakang lawan, terutama menyambut umpan silang dari kedua sayap yang menjadi kegemarannya. Benar saja, ia langsung menjadi mesin gol Persis di laga perdana Liga 1 2021 kontra PSG Pati.

Berita Terkait