Konflik Suporter-Manajemen PSS, Bupati Tuntut Permintaan Maaf Marco

Konflik antara manajemen PSS Sleman dan suporter kian panas. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sampai memanggil manajemen Super Elang Jawa.

Kustini meminta klarifikasi dari manajemen untuk memastikan homebase PSS tetap di Sleman. Kustini juga meminta kepada Direktur Utama PT PS Sleman Marco Garcia Paulo untuk meminta maaf kepada masyarakat Sleman.

“Sore ini melalui telepon, kami minta Pak Marco untuk meminta maaf. Dan kami minta dilakukan segera. Serta saya pastikan homebase PSS tetap di Sleman,” kata Kustini, Jumat (1/9/2021).

Kustini bersama dengan Wakil Bupati, Danang Maharsa dan Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiarta memanggil manajemen PSS di Rumah Dinas Bupati, Jumat (1/10/2021) sore. Dari pihak manajemen PSS diwakili Hempri Suyatna, Andi Wardana, dan Yoni Arseto.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sleman meminta penjelasan dari internal manajemen terkait kemarahan suporter Super Elja. Kemarahan suporter tersebut, pemicunya statement Marco yang melukai hati para suporter.

“Dari pihak manajemen menyampaikan bahwa itu statement pribadi dan bukan dari hasil rapat bersama. Dan beliau (Marco) sudah meminta maaf atas dampak dari ucapannya tersebut,” jelas Kustini.

Kustini menyampaikan, statement dari Marco itu bukan merupakan statement direksi. Hal itu spontan diucapkan, karena adanya berbagai tekanan dari suporter terkait rentetan hasil buruk yang diterima PSS pada beberapa laga pembuka di kompetisi BRI Liga 1.

“Beliau (Marco) cerita kalau memang sedang tertekan. Tapi tadi saya juga sampaikan agar tetap sabar dan berfikir positif. Karena semua suporter pasti menginginkan performa yang terbaik di setiap laga,” sebut Kustini.

Sementara itu, Direktur Operasional PT PSS Hempri Suyatna mengatakan terkait tuntutan dari berbagai suporter, manajemen sudah menyiapkan sejumlah langkah.

“Beberapa hari lagi kita sudah ada pertandingan sebelum jeda dan lanjut ke seri berikutnya. Ini tentu tidak mudah, tapi kita sudah membicarakan hal ini di internal,” kata Hempri.

Ia juga menyampaikan hasil buruk yang didapat PSS di beberapa laga awal salah satunya disebabkan minimnya persiapan tim.

“Kami baru berkumpul satu minggu jelang kompetisi, tentu itu sangat mepet sekali. Dan kondisi kami juga dialami tim-tim besar lain yang juga belum maksimal pada beberapa laga awal,” kata dia lagi.

Baca juga: