PSS Sleman Kalah Lagi, tagar #DejanOut Menggema di Media Sosial

PSS ditumbangkan Persebaya Surabaya dalam laga di Stadion Wibawa Mukti Cikarang Bekasi, Rabu (29/9/2021) malam. Tampil dengan menurunkan 4 pemain asing sekaligus, Super Elja digebuk Bajul Ijo 1-3.

Pada pertandingan itu pelatih Dejan Antonic melakukan rotasi besar-besaran. Arthur Irawan dimainkan di pos kanan pertahanan sementara Aaron Evans menjadi gelandang bertahan. Hasilnya, 2 gol cepat bersarang ke gawang Ega Rizky.

Bajul Ijo semakin menambah derita PSS dengan gol menit akhir dari sepakan Marukawa. PSS hanya mampu membalas 1 gol dari sundulan Irfan Jaya.

Kekalahan ini lantas memancing kekecewaan suporter. Usai pertandingan itu tagar #dejanout dan #arthurout menggema di lini masa Twitter.

Desakan agar Dejan angkat kaki dari kursi pelatih sebenarnya sudah mulai ada sejak PSS kalah lawan Madura. Namun, suporter agaknya masih bisa sedikit bersabar.

Namun, kekalahan lawan Persebaya sudah tidak bisa ditolerir lagi. Kelompok suporter Slemania pun kini mulai lantang mengambil sikap.

“Kami menuntut untuk #dejanout karena permainan dan hasil tidak sesuai dengan ekspetasi kami. Kami sudah memberikan 1 kesempatan melawan Persebaya tapi tidak dimaksimalkan dengan baik,” kata Ketua Umum Slemania, Rengga Dian Senjaya kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Rengga mengatakan dalam 5 laga BRI Liga 1, PSS tampil limbung. Tak ada pola permainan yang jelas ditunjukkan Irfan Bachdim dkk.

“Kami tidak melihat karakter permainan untuk menang atau bermain indah. Kami tidak melihat 2 karakter itu,” sebutnya.

Ia juga menyoroti minimnya taktik pelatih. Seperti saat menyusun line up pemain yang dirasa kurang pas. Seperti terus memainkan Arthur yang dirasa tak bisa mendongkrak permainan tim.

“Pola permainan dan starting line up yang itu-itu saja seperti tanpa adanya evaluasi dan perubahan,” tegasnya.

Slemania pun memberikan tenggat waktu kepada manajemen hingga sore ini untuk memecat Dejan atau mendesak agar Dejan mau mundur.

Sebelumnya, Brigata Curva Sud (BCS) juga menyerukan agar Dejan mundur dari kursi pelatih.

“Mundur, coach!! Sebelum hari berganti. Sebelum kekalahan lain menjemput. Ada baiknya kita urutkan,” tulis BCS seperti dikutip detikcom dari akun Instagram resminya, Minggu (26/9).

BCS menyebut cukup sabar dan memberikan kesempatan ke pelatih untuk membuktikan diri. Akan tetapi, kekalahan melawan Madura United sudah tak bisa ditolerir lagi.

“Apa yang terjadi tadi sore, adalah puncaknya. Menurut kami, PSS dengan Pelatih Dejan sudah cukup. Kesempatan yang diberikan juga sudah terlalu banyak. Hal-hal di luar nalar yang ditoleran juga menumpuk. Akhir kata. Kami meminta Coach Dejan, mundur,” kata dia lagi.

Baca juga: