Rapor Buruk Barito Putera di BRI Liga 1 Jadi Noda Karier Djadjang Nurdjaman

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, mengakui hasil buruk yang dialami timnya pada BRI Liga 1 2021/2022 menodai catatan kariernya. Meski demikian, pria yang akrab disapa Djanur itu yakin timnya akan bangkit dari keterpurukan.

Barito Putera mengawali BRI Liga 1 2021/2022 dengan tren negatif. Klub berjulukan Laskar Antasari itu menelan tiga kekalahan dan sekali imbang.

Hasil negatif yang ditelan Barito Putera menjadi catatan buruk dalam karier Djanur. Selama menjadi pelatih, Djanur tak pernah mengawali musim dengan rentetan hasil buruk seperti di BRI Liga 1 2021/2022.

Bahkan, catatan karier Djanur lebih baik ketika awal-awal menukangi PSMS Medan pada 2017. Ketika itu, Djanur menelan dua kekalahan, sekali imbang, dan sekali menang.

“Ya, saya setuju. Hasil ini menjadi yang kurang baik dalam karier saya bersama sebuah tim. Saya yakin seiring waktu nanti kami akan lebih baik lagi ke depan,” kata Djanur, Minggu (26/9/2021).

Menurut Djanur, rentetan hasil negatif Barito Putera terjadi karena mayoritas skuadnya dihuni pemain muda. Namun, Djanur yakin dalam waktu dekat penampilan timnya akan membaik.

“Kami sebetulnya cukup waktu dalam mempersiapkan tim ini. Akan tetapi, mayoritas tim kami adalah pemain muda dan barangkali itu yang membuat hasil yang kurang maksimal. Saya yakin seiring waktu pemain-pemain ini akan membaik dan memberikan hasil yang terbaik,” tegas Djanur.

Titik Bangkit
Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, menginginkan duel melawan PSM Makassar pada laga pekan kelima BRI Liga 1 2021/2022 sebagai titik kebangkitan. Meski demikian, pria yang akrab disapa Djanur itu memprediksi duel akan berlangsung ketat dan tak mudah.

“Kami mengawali liga ini dengan kurang mulus dan kurang baik. Sekarang ada di dasar klasemen yaitu situasi yang menekan kami. Akan tetapi, kami akan coba bangkit dalam pertandingan besok,” kata Djanur.

“Kami berusaha tidak lagi menelan kekalahan, namun berusaha untuk meraih tiga poin. Walaupun kami tahu tidak gampang karena PSM adalah tim yang sudah berada di papan atas. Akan tetapi, kami cukup percaya diri untuk bangkit dan meraih tiga poin,” tegas Djanur.

Head to Head
Pertandingan ini menjadi yang ke-10 sejak 2016. Sejauh ini, PSM Makassar masih dominan dengan tiga kemenangan.

Adapun Barito Putera mampu bersaing dengan dua kemenangan. Sementara itu, empat laga sisanya berakhir imbang.

Catatan tersebut membuat pertandingan nanti bakal berlangsung sengit dan krusial. Data menyebutkan secara kualitas sebenarnya kedua tim cukup berimbang.