Kick-off Liga 2 Tinggal 4 Hari Lagi, Persis Solo dan Kalteng Putra Masih Nunggak Gaji Pemain

Liga 2 2021 akan dimulai empat hari lagi. Namun, enam peserta masih menunggak gaji para pemainnya.

Asosiasi Pesepak Bola Profesional () mengabarkan bahwa enam klub Liga 2, termasuk dan Kalteng Putra, masih belum membayar lunas gaji para pemainnya.

Selain Persis Solo dan Kalteng Putra, empat tim lainnya terdiri PSPS Riau, Cimahi, , dan .

Kecuali Persis Solo, kelima klub itu telah diputuskan bersalah oleh National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.

APPI dalam keterangannya pada Rabu (22/9/2021) memaparkan bahwa PSPS Riau masih menunggak gaji satu pemain, Kalteng Putra terhadap 26 pemain, PSKC Cimahi terhadap enam pemain, Persijap Jepara terhadap sembilan pemain, dan Persekat yang jumlah pemainnya tidak disebutkan.

“Total klub Liga 2 yang belum melaksanakan putusan NDRC Indonesia adalah lima klub dengan total tunggakan Rp2.402.375.555 miliar dari total 51 putusan yang belum dilaksanakan kepada 49 pemain,” tulis APPI.

“Putusan-putusan NDRC itu sifatnya berkekuatan hukum tetap dan seharusnya menjadi satu di antara syarat utama dalam verifikasi keikutsertaan klub-klub Liga 2 seperti halnya yang telah dilakukan pada BRI Liga 1,” lanjut pengumuman APPI tersebut.

Lima klub yang mendapatkan vonis dari NDRC Indonesia itu dilarang untuk mendaftarkan pemain dalam tiga periode, kecuali telah melunasi seluruh kewajiban terhadap para pemainnya.

“Sesuai dengan seluruh amar putusan NDRC Indonesia, sebagai akibat dari belum juga dipenuhinya putusan-putusan tersebut oleh klub, sanksi larangan pendaftaran pemain untuk tiga periode pendaftaran terhadap seluruh Klub tersebut masih berlaku,” imbuh APPI.

Pada 13 Agustus 2021, APPI mengirimkan gugatan tujuh pemain Persis Solo kepada NDRC Indonesia akibat penunggakan gaji sebesar Rp2.332.900.000.

Dalam keterangannya pada hari ini, APPI kembali mengingatkan Persis untuk melunasi gaji pemainnya, yang kini membengkak menjadi 18 nama.

Sebelumnya, Persis mengklaim bahwa penunggakan gaji itu dilakukan oleh manajemen lama pimpinan Vijaya Fitriyasa dan berjanji untuk membantu mediasi kedua belah pihak.

“Adapun dalam pemberitaan di media, manajemen Persis menyatakan akan menyelesaikan perselisihan antara manajemen lama dengan para pemain yang bersengketa. Namun, hal tersebut belum terealisasi,” bunyi narasi APPI.

Ironinya, Persis dan Kalteng Putra terpilih sebagai tuan rumah babak penyisihan Grup C dan D Liga 2 padahal keduanya masih menunggak gaji pemain.

Selain Persis dan Kalteng Putra, Sriwijaya FC dan Dewa United juga akan menjadi tuan rumah untuk Grup A dan Grup B.

Liga 2 bakal dimulai pada 26 September 2021 dengan partai Persis melawan Patri menjadi pembuka di , Solo.

Berita Terkait