Reaksi Aremania Terhadap Tren Negatif Arema FC: Ganti Pelatih Sampai Protes di Depan Kantor Manajemen

Jabatan pelatih kepala Arema FC kembali menjadi kursi panas. Menjalani tiga pertandingan pertama BRI /2022 tanpa satu kemenangan pun sudah cukup membuat Singo Edan, , beraksi. Tak sedikit yang menginginkan sang pelatih, Eduardo Almeida, dicopot.

Raihan dua poin dari tiga laga yang sudah dimainkan Arema FC membuat tim berjulukan Singo Edan itu harus terdampar di posisi ke-14 dalam klasemen sementara BRI Liga 1 2021/2022. Kondisi ini dianggap aib oleh Aremania.

Melihat jagat media sosial, tagar #AlmeidaOut sudah bergema sejak momen Arema FC kalah dari di , Kabupaten Bogor. Aremania berpandangan tim berjulukan Singo Edan itu bermain tanpa pola.

Selain itu, masalah penyelesaian akhir juga belum bisa teratasi. Banyak peluang emas terbuang dalam setiap laga, terutama saat Arema FC kalah dari Sleman.

“Kalau saya melihat, Arema FC kehilangan karakternya. Permainannya masih naik dan turun,” ujar Awang Karta, Aremania Korwil Kanjuruhan.

Aremania mulai mempertanyakan kualitas Eduardo Almeida. Apalagi tak sedikit yang mengingat bagaimana pelatih asal Portugal itu gagal menyelamatkan Semen Padang dari zona degradasi. Aremania khawatir, jika Arema FC tak segera bangkit, mereka bisa menyusul Semen Padang turun ke kasta kedua.

“Saya juga tidak tahu kenapa Arema menunjuk pelatih ini. Saya mendengar dia butuh lima pertandingan awal. Kalau belum menang juga, harus tahu diri,” sambungnya.

Selanjutnya, Arema FC bersua Semarang dalam laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 yang berlangsung Sabtu (25/9/2021). Kemudian setelah itu Singo Edan dijadwalkan bertemu Jayapura pada 29 September 2021 dan Persela pada 3 Oktober 2021.

Jika Arema FC tak kunjung memetik kemenangan, besar kemungkinan akan ada pergantian pelatih kepala. Manajemen klub juga sudah menggelar evaluasi setelah tiga laga pertama dan kemungkinan terburuknya adalah memaksa sang pelatih mundur atau dipecat.

Selain di media sosial, ada aksi nyata yang dilakukan Aremania. Malam hari setelah Arema FC kalah dari PSS Sleman, belasan suporter membentangkan tulisan bernada kritik di depan kantor manajemen, seperti ‘awal yang buruk, kemudian ‘imbang-imbang-kalah’.

Ada pula yang mempertanyakan prestasi Arema FC di bawah kepemimpinan pengusaha muda , dan foto aksi itu tersebar di media sosial.

Ini sekaligus menjadi peringatan bagi Gilang, karena selama ini dia selalu mendapatkan pujian dari suporter karena membuat citra Arema FC menjadi lebih baik, dari segi kemasan di media sosial. Selain itu, dia juga royal memberikan bonus kepada tim, tapi semua itu belum bisa berdampak langsung saat Arema FC tampil di BRI Liga 1. (bola.com)

Berita Terkait