Curhat Angelo Alessio Setelah Persija Berbagi Poin dengan Persipura, Sindiran untuk Manajemen Macan Kemayoran

Pelatih Persija Jakarta, , kecewa melihat tim asuhannya kembali gagal meraih kemenangan. Hasil imbang kontra Persipura Jayapura dalam laga pekan ketiga BRI /2022 menjadi yang ketiga secara beruntun Macan Kemayoran hanya meraih satu poin.

Pada pertandingan yang berlangsung di , Minggu (19/09/2021), Persija Jakarta seharusnya bisa mencetak gol di babak pertama. Sayangnya, usaha Rohit Chand, Riko Simanjuntak, dan tak mampu mengubah angka di papan skor.

Permainan lantas berbalik 180 derajat di babak kedua seiring cederanya Riko Simanjuntak. Selagi sektor penyerangan Persija Jakarta timpang, Mutiara Hitam, julukan Persipura Jayapura, memanfaatkannya dengan menggempur pertahanan Macan Kemayoran.

Beruntung, pertahanan Persija Jakarta terbilang cukup solid meskipun harus bermain tanpa yang terkena Demam Berdarah. Skuad lokal Persipura Jayapura gagal menggetarkan gawang hingga laga usai.

“Kami harus bisa menerima hasil hasil ini karena kami sebenarnya punya dua atau tiga peluang mencetak gol. Kami sudah mencoba di latihan dan kami berusaha memenangkan laga, tetapi tetapi gol sulit terjadi,” ujar pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio.

Saat situasi buntu, biasanya seorang pelatih akan mengeluarkan kartu trufnya. Sayangnya, hal itu tak mungkin terjadi di kubu Macan Kemayoran, julukan Persija Jakarta.

Di bangku cadangan, Angelo Alessio hanya memiliki seorang Abdurrahman yang terbilang senior. Selebihnya, hanya ada pemain-pemain muda yang beberapa di antaranya belum mendapatkan debut di BRI Liga 1.

Pelatih asal Italia tersebut mengakui bila dia tak punya banyak pilihan. Dari empat pemain pengganti yang ditampilkan, Taufik Hidayat merupakan yang tertua dengan usia yang baru mencapai 21 tahun.

“Saya tidak akan menangis atau meratapi diri. Dalam situasi ini, kami tidak perlu mengeluh. Kami memang tak punya banyak opsi. Saya hanya memainkan pemain yang ada dan harus melakukannya. Terima kasih kepada mereka yang telah banyak memberikan komitmen,” ujarnya.

Mantan asisten Antonio Conte ini memang kecewa, tapi tak bisa habis pikir bila semua kesalahan ditimpakan kepadanya. Sebab, Persija Jakarta memang tak banyak bergerak di bursa transfer.

Manajemen Persija Jakarta tak bisa menahan kepergian pemain-pemain terbaiknya. Tercatat empat pemain, yakni , Sandi Sute, , dan yang pergi jelang bergulirnya BRI Liga 1 2021/2022.

Jika dirunut pada tahun sebelumnya, daftar pemain yang pergi dari klub ibukota tersebut semain banyak. Ryuji Utomo, Shahar Ginanjar hingga Evan Dimas memilih pergi saat kompetisi vakum.

Tapi, yang menyesakkan adalah, kepergian para pemain itu tak diikuti penambahan pemain. Alhasil, Persija Jakarta tak memiliki banyak pemain senior dan harus bergantung kepada pemain muda.

“Kami terlalu banyak pemain muda dan sedikit pemain senior. Kami kehilangan 4-5 pemain dan kita tak ambil siapapun. Kita juga ingin menan, tetapi itu situasinya. Jadi kita harus meningkatkan kemampuan banyak pemain muda,” ujarnya sembari tersenyum kecut.

Berita Terkait