Sindirannya Viral, Gede Sukadana Nantikan Respons dari Kalteng Putra

Setelah viral menjadi bahan perbincangan publik, I Gede Sukadana masih menunggu respons dari Kalteng Putra. Hingga saat ini dia mengklaim belum ada kabar baik.

Sebelum ini, pemain asal Bali tersebut melontarkan sindiran kepada mantan timnya Kalteng Putra yang mendapatkan hak untuk menjadi tuan rumah Liga 2.

Padahal, Kalteng Putra masih belum menyelesaikan tunggakan gaji Sukadana cs semenjak putusan sidang NDRC (Badan Sengketa Nasional) tertanggal 14 September 2021.

Sindiran yang ia layangkan melalui Instagram Story tersebut pun menjadi ramai dan membuat kasus tunggakan gaji Kalteng Putra kembali terekspos.

Bahkan, Menpora Zainuddin Amali sampai ikut memberikan komentarnya.

Namun, semenjak sindiran tersebut menjadi berita nasional. Gede Sukadana mengklaim hingga detik ini belum ada komunikasi lanjutan dari pihak Kalteng Putra.

“Komunikasi dengan manajemen? Tidak juga. Ya, begitulah,” ujar pemain PSMS Medan tersebut saat ditanya Kompas.com.

Menurut Gede Sukadana, Kalteng Putra memang minim komunikasi. Bahkan rentang komunikasi terakhir sudah terhitung bulan.

“Tidak pernah komunikasi, Cuma sebulan lalu mereka sempat menghubungi. Mereka mau mencicil, tapi anak-anak semua tidak mau karena sudah lama. Selain itu keputusan sidang harus lunas,” ujar mantan pemain Arema.

“Sampai sekarang tidak ada lagi komunikasi,” imbuhnya.

Selama ini Gede Sukadana sering menjadi penyambung lidah, karena Kalteng Putra jarang menghubungi pemain-pemain yang lain.

“Mereka telepon ke saya saja, aku disuruh bilang ke anak-anak. Tapi, anak-anak tidak mau dicicil karena sudah lama sekali. Kita juga menang sidang,” ujarnya.

Gede Sukadana berharap segera ada kabar baik dari Kalteng Putra. Apalagi kasus ini sampai terdengar ke telinga Menpora Zainuddin Amali.

Dia memercayakan pengawalan kasus ini kepada APPI selaku perwakilan pemain dan berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi insan sepakbola lainnya.

“Saya berharap supaya cepat selesai saja. Biar tidak jadi contoh buat yang lain. Nanti mereka saja yang tidak kuat bayar bisa ikut liga dan jadi tuan rumah, nanti ada yang ikut dan tidak bayar pemain lain,” pungkasnya.