Cetak Brace ke Gawang Persikabo 1973, Striker Persik Ini Disebut Mulai Dapatkan Chemistry

ditahan imbang Persikabo 1973 dengan skor 2-2 pada pekan ketiga BRI /2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (17/09/201).

Brace atau dua gol Persik diborong Youssef Ezzejjari pada menit 32 dan 49. Dua gol ini seakan jadi penebusan dosa bagi pemain asal Spanyol yang sempat gagal mengeksekusi penalti kala Persik dikalahkan Bali 0-1 pada partai pembukaan BRI Liga 1, 27 Agustus lalu di SUGBK Jakarta.

Sang pelatih, Joko Susilo, pun memuji penampilan Youssef Ezzejjari. “Dia mulai menemukan chemistry dengan pemain lainnya. Sebagai pemain baru, Youssef memang butuh adaptasi dengan tim dan atmosfer sepakbola ,” ujarnya.

Meski dia gagal menendang penalti, Joko Susilo tetap yakin Youssef akan jadi andalan Persik. “Dia punya modal semangat pantang menyerah. Dalam tiga pertandingan Persik, dia rajin berlari dan naik turun membantu tim. Bagi saya itu kelebihan dia,” tuturnya.

Dengan koleksi dua gol ke gawang Persikabo 1973, Youssef Ezzejjari sejajar dengan pemain dari klub lain. Seperti (), Irsyad Maulana (), Irkham Zahrul Milla (), Jose Wilkson, Ricky Kambuaya (), dan (Persib).

“Malam ini Youssef sudah bagus. Tapi saya yakin dia akan tampil lebih bagus lagi. Karena saya tahu kemampuannya belum keluar semua. Dia akan mampu bersaing dengan striker klub-klub lainnya,” jelas Joko Susilo.

Secara keseluruhan, tutur Joko Susilo, anak asuhnya telah tampil bagus saat bersua Persikabo 1973. Itu dilihat dari proses gol yang terjadi pada laga tersebut.

“Dua gol Persikabo dari bola-bola mati. Sedangkan dua gol Persik dari permainan terbuka. Artinya, secara permainan kami sudah mulai bagus,” ujarnya.

Berikutnya, menurut Joko Susilo faktor konsentrasi harus lebih ditingkatkan lagi.

“Pemain bikin kesalahan itu wajar. Karena mereka tak bisa konsentrasi penuh selama pertandingan. Pemain pun juga tak mungkin dalam performa terbaik terus menerus. Namun konsentrasi harus diperbaiki lagi,” ucapnya.

Berita Terkait