PSIS Pertegas Predikat Jago Lapangan Becek, Persija Jadi Korbannya

menyuguhkan mentalitas permainan berkelas saat menahan imbang Persija Jakarta 2-2 di pekan kedua BRI 2021/2022, Minggu (12/9/2021) malam. Comeback epik dilakukan Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS, dalam pertandingan yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, di tengah guyuran hujan lebat.

Macan Kemayoran Persija awalnya tampak akan mengamankan kemenangan atas PSIS Semarang. Persija lebih dulu memimpin dengan gol pertama yang dicetak bek Otavio Dutra di menit akhir babak pertama menyambut sepak pojok Riko Simanjuntak.

Lalu tiga menit usai turun minum, Persija menggandakan keunggulan lewat aksi Marko Simic. Tendangan keras kaki kirinya merobek jala gawang . Namun kemenangan yang seakan sudah diamankan oleh Persija, lenyap karena PSIS bangkit mengejar.

memperkecil kedudukan menjadi 1-2 lewat golnya di menit ke-70, memanfaatkan kemelut hasil tendangan bebas Jonathan Cantillana. Tiga menit menjelang waktu normal berakhir, PSIS memaksa laga berakhir imbang 2-2 melalui gol bunuh diri .

Catatan menarik pada laga itu adalah PSIS mampu mengejar defisit dua gol dari Persija di saat kondisi hujan lebat yang mengguyur Stadion Indomilk Arena. Lapangan licin dan becek tak membuat PSIS Semarang kesulitan. Situasi yang sangat melekat pada karakter PSIS yang sudah lama dikenal sebagai tim jago di lapangan yang becek.

Terbukti, dua gol berhasil disarangkan PSIS melalui Hari Nur Yulianto dan gol bunuh diri Rohit Chand. Pelatih PSIS, mengakui bahwa kondisi hujan deras cukup menguntungkan timnya dalam menjalankan strategi.

“Hujan juga ikut mendukung kami untuk mencetak gol lewat bola mati. Kondisi hujan menjadi bagian dari rezeki PSIS malam ini,” beber Imran Nahumarury di sesi konferensi pers setelah pertandingan.

Di sisi lain, sang pelatih mengaku sengaja melakukan taktik aneh sejak awal pertandingan kontra Persija. PSIS tampil dengan 100 persen pemain lokal Indonesia di babak pertama.

Tak ada bek , gelandang Jonathan Cantillana atau Brian Ferreira, bahkan Bruno Silva juga tidak ada dan bangku cadangan. Badai cedera memaksa Imran Nahumarury harus memilih pemain yang benar-benar siap.

Hanya Jonathan Cantillana, legiun asing asal Chile, yang dimasukkan pada babak kedua, menggantikan pemain muda, . Masuknya Cantillana berdampak positif terhadap taktik PSIS, khususnya memaksimalkan peluang lewat bola mati.

Benar saja, dua gol balasan PSIS tercipta dengan skema yang hampir sama, yakni tendangan bebas Jonathan Cantillana. Imran Nahumarury menyebut semua pemainnya yang tampil di lapangan menjadi man of the match di timnya.

“Soal beberapa pemain asing absen. Kita bisa lihat pemain yang menggantikan bisa menjalankan tugas dengan baik. Babak kedua saya mainkan banyak pemain, termasuk Jonathan yang memang sesuai taktikal kami,” jelas Imran Nahumarury.

Berita Terkait