Lisensi Pelatih Bali United Bermasalah, Manajer Barito Putera: Ini Penipuan

Manajer Barito Putera, Mundari Karya, menyebutkan bahwa telah melakukan penipuan terhadap lisensi kepelatihan untuk Liga 1 2021.

Ia pun meminta PSSI untuk tegas terkait hal-hal yang berbau lisensi kepelatihan sesuai regulasi Liga 1 2021.

Bali United terganjal masalah terkait lisensi kepelatihan alias .

Lisensi kepelatihan Teco saat ini berasal dari konfederasi sepak bola Amerika Selatan (Conmebol).

Konfederasi sepak bola Asia () telah melakukan verifikasi data terkait lisensi kepelatihan juru taktik asal Brasil tersebut.

Setelah diverifikasi, rupanya lisensi kepelatihan Teco setara dengan A AFC.

Tentu saja lisensi tersebut tidak berlaku untuk menukangi klub-klub di Liga 1 2021.

Sebab, regulasi lisensi pelatih yang diwajibkan di Liga 1 2021 adalah AFC A Pro.

Pada laga pembuka Liga 1 2021, Bali United berjumpa dan meraih kemenangan tipis 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (27/8/2021).

Dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), Teco bukan sebagai pelatih kepala, melainkan manajer.

Adapun pelatih kepala Bali United diisi oleh Yogi Nugraha yang sejatinya merupakan pelatih fisik.

Sementara pelatih kiper Bali United, Marcelo Pires, dan asisten pelatih Antonio Claudio juga dikabarkan tidak memiliki lisensi kepelatihan A AFC.

Terkait hal itu, manajemen Bali United dikabarkan telah berkomunikasi dengan PSSI untuk menanyakan mengenai lisensi kepelatihan terutama Teco.

Sebab, hal ini juga sama terjadi dengan pelatih Banda Aceh, Hendri Susilo, yang baru memiliki lisensi A AFC.

Namun, sebelum Liga 1 2021 dimulai, manajemen meminta keringanan kepada PSSI terkait Hendri Susilo.

Permintaan itu pun dikabulkan dan Hendri Susilo bisa menukangi Persiraja Banda Aceh.

Status Teco kembali berubah saat Bali United membungkam Barito Putera dengan skor 2-1 pada pekan kedua Liga 1 2021 di , Tangerang, Banten, Sabtu (11/9/2021).

Dalam laga itu, status Teco menjadi pelatih kepala, bukan lagi manajer tim Bali United.

Dengan pernyataan itu sepertinya komunikasi yang dibangun Bali United dengan PSSI berjalan lancar.

Meski begitu, PSSI belum mengeluarkan statement tentang lisensi kepelatihan dari tim Serdadu Tridatu.

“Ini namanya penipuan.”

“Saya kurang tahu kalau regulasi lisensi pelatih berubah lagi bisa A AFC, tapi seharusnya kalau sudah ditentukan lisensi pelatihnya itu harus A AFC Pro oleh AFC ya harus diikuti.”

“Pelatih kepala harus seperti ini, asisten pelatihnya juga harus ikuti dan ini demi sepak bola Indonesia,” ucap Mundari Karya kepada awak media termasuk BolaSport.com.

Menurut Mundari Karya, perubahan status lisensi dari A AFC ke A AFC Pro itu sangat penting.

Salah satunya pembelajaran tentang tata krama dalam pembicaraan ataupun melakukan protes terhadap wasit.

Dalam laga kontra Barito Putera, Mundari Karya mengamati bahwa Teco cukup sering menyebutkan umpatan berbahas Portugis Filha de Puta yang artinya dasar bajingan.

Walaupun menurut Mundari Karya, Filha de Puta itu artinya anak haram.

Menurut Mundari Karya, umpatan itu ditunjukan ke pemain Barito Putera dan wasit.

Terutama terjadi setelah Bali United tertinggal gol dari Barito Putera.

“Kenapa lisensi pelatih itu penting harus A AFC Pro karena mereka harus sekolah lagi untuk memimpin pertandingan sebesar ini dan tidak bisa sepak bola seperti ini,” ucap Mundari Karya.

“Saya tidak mau pemain-pemain saya terprovokasi dan setelah itu anak-anak down penampilannya sehingga kemasukan dua gol cepat,” ucapnya.

Mundari Karya menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh Teco.

Menurutnya, pelatih yang menukangi klub-klub di Indonesia harus bisa beretika dengan baik.

“Saya jujur aja yang punya liga siapa dan dia seenaknya saja tapi yang paling penting itu klub lisensi harus dituruti,” ucap Mundari Karya.

Berita Terkait