Persela Rebut 3 Poin dari Persipura, Iwan Setiawan Puji Militansi Pemain

Persela Lamongan berhasil meraih kemenangan perdana seusai menumbangkan Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jum’at (10/9/2021) sore WIB.

Tiga poin pertama ini diraih Persela Lamongan dengan cukup dramatis. Pasalnya, mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah Akbar Hermawan mendapatkan kartu merah di pertengahan babak pertama.

Alhasil, Laskar Joko Tingkir, julukan Persela mendapat serangan tujuh hari tujuh malam dari Persipura Jayapura. Tetapi Dwi Kuswanto dkk berhasil menahan serbuan sporadis tersebut hingga akhir laga.

“Alhamdulillah kami bisa meraih poin penuh dalam pertandingan sore ini. Sejak menit ke-37 hingga akhir pertandingan kami hanya bermain dengan 10 orang,” buka pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan dalam sesi konferensi pers virtual pasca laga.

“Tim pelatih memberikan apresasi kepada tim dan pemain yang sudah berjuang luar biasa. Semoga ini jadi langkah awal yang bagus,” Iwan menambahkan.

Selain itu, pelatih asal Medan senang timnya berhasil menunjukkan permainan tak pantang menyerah hingga akhir laga. Bermain dengan 10 pemain tentu bukan perkara mudah untuk bisa mempertahankan keunggulan.

Pujian pun diberikan Iwan Setiawan kepada para pemain bertahan. Keberadaan Demerson Bruno mampu mengomando lini belakang sehingga tampil solid.

“Terutama dalam hal defending, cukup puas dengan tim ini. Sejak saya datang kami mulai mencoba mengorganisasi pertahanan dan transisi dengan baik,” ungkapnya.

Iwan Setiawan berharap kemenangan ini makin menegaskan ciri khas permainan Persela Lamongan di bawah arahannya. Pelatih berusia 63 tahun itu sejak awal ingin menanamkan jiwa petarung dalam diri setiap pemain.

“Saya juga ingin tanamkan jiwa miltanisme ke mereka. Semoga ciri khas ini semakin terlihat di pertandingan selanjutnya,” jelasnya.

Meskipun memuji barisan pertahanannya, Iwan Setiawan mengaku kecewa dengan lini depannya. Beberapa serangan terbuang percuma dan peluang besar yang tercipta gagal dimanfaatkan dengan baik.

Risqki Putra Utomo sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk membunuh laga di masa tambahan waktu. Tetapi sontekannya memanfaatkan umpan silang Ibrahim Musa Kosepa malah melenceng dari gawang Fitrul Dwi Rustapa.

“Ada beberapa eksekusi dalam finishing touch yang terasa lemah. Menit akhir kita punya peluang cukup besar untuk bisa mencetak gol. Tetapi lagi-lagi, kita gagal dalam mengeksekusi peluang untuk jadi gol. Ini pekerjaan rumah buat kami ke depannya semoga bisa diperbaiki dan lebih bagus lagi,” tandasnya.