Bali United Dinilai Masih Loyo, Pelatihnya Beri Penjelasan

Pelatih menilai anggapan timnya dianggap belum maksimal atau loyo sebagai hal wajar. Hal itu terlihat pada laga pembuka BRI .

Bali membuka Liga 1 dengan menghadapi Kediri pada 27 Agustus. Meski menang 1-0, banyak pemain Bali United yang terlihat kelelahan di dalam laga.

Stefano Cugurra alias menyebut bahwa hal itu tak lepas dari sepakbola yang vakum. Lebih dari 500 hari tak ada ajang sepakbola di Indonesia.

“Saya pikir ini (sebenarnya) bukan alasan, semua yang benar-benar tahu bola seperti wartawan, pemain, pelatih, manajemen yang benar-benar tahu bola, dia harus tahu situasi sangat sulit buat ,” kata Teco saat memberikan keterangan pers, Jumat (10/9/2021).

“Saat kompetisi berhenti, pemain lebih dari satu tahun tanpa main bola. Anda tahu pasti dalam satu tahun setengah kadang-kadang ada latihan, tidak ada latihan. Waktu berhenti latihan pemain harus berlatih sendiri di rumah,” ujarnya.

Ketika kompetisi berhenti, praktis pemain tak bisa maksimal menjalani latihan. Meskipun latihan mandiri, hasilnya tak akan sebaik ketika mereka berlatih bersama.

Selain kelelahan, pemain Bali United juga bertumbangan di lapangan pada pertandingan. Kondisi itu tak hanya menimpa Bali United, tapi hampir mayoritas pemain klub-klub Liga 1.

“Dalam sepakbola ada teamwork, latihan fisik, dan lainnya. Waktu dia harus latih sendiri tanpa pelatih fisik, tanpa pelatih, kemungkinan dia salah, tidak terlalu bagus,” tutur Teco.

“Saya pikir bagi yang mengerti sepakbola, pasti tahu bahwa situasi sangat sulit tapi sekarang sudah mulai bagus, liga sudah jalan pekan kedua, dan kami harus lebih bagus dari yang sebelumnya,” ucap pelatih asal Brasil.

Berita Terkait