Pelatih Arema FC: Kami Tak Kalah Bagus Dari Bhayangkara FC

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida percaya diri Singo Edan mampu mengatasi Bhayangka FC kala kedua tim saling bentrok pada pertandingan pekan kedua Liga 1 2021/22 di Stadion Pakansari Cibinong, Minggu (12/9) sore WIB.

Arema memiliki modal hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar saat harus bermain dengan sepuluh pemain sepanjang 86 menit. Sedangkan Bhayangkara FC menekuk Persiraja Banda Aceh 2-1.

Almeida mengakui Bhayangkara FC memiliki materi pemain yang mumpuni, dan bisa menjadi ancaman serius. Namun berkaca dari performa anak asuhnya di laga melawan PSM, ia meyakini hasil lebih baik akan diperoleh ketika meladeni Bhayangkara FC.

Apalagi Arema kemungkinan besar dapat menurunkan seluruh pemain asingnya sebagai starter. Ketika menahan imbang PSM, Sergio Silva dimainkan dari bangku cadangan menggantikan Dedik Setiawan.

“Bhayangkara tim bagus, dan diperkuat banyak pemain bagus. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, mereka pernah menjadi juara Liga 1. Tapi kami juga tim yang tak kalah bagus,” ujar Almedia dilansir laman Wearemania.

“Kalian sudah melihatnya sendiri seperti yang sudah kami tunjukkan di lapangan saat melawan PSM Makassar. Kami punya waktu untuk melakukan persiapan. Tentunya kami akan bekerja keras menghadapi pertandingan ini.”

Menurut Almeida, Bhayangkara FC bakal menjadi salah satu pesaing Arema dalam perebutan gelar juara. Menurutnya, selain Bhayangkara FC, ada empat tim lainnya yang akan bersaing dengan Arema di musim ini.

“Ada lima sampai enam tim yang menjadi saingan berat Arema FC untuk meraih juara musim ini. Mereka ialah Bali United, Persija [Jakarta], Persipura [Jayapura], Persib Bandung dan Bhayangkara FC. Mereka tim tim yang punya kualitas dan berada di klasemen atas,” tutur Almeida.

Almeida mengingatkan anak asuhnya agar lebih sabar, dan tidak terlalu bernafsu dalam menjalankan pertandingan, sehingga insiden kartu merah tak terjadi lagi pada laga akhir pekan ini.

“Kartu merah itu membuat perubahan permainan kami, yang seharusnya bisa menguasai pertandingan, kami jadi tidak bisa banyak menguasai bola. Kami saat itu mau tidak mau harus bermain bertahan,” jelas Almeida.