PSIS Santer Diisukan Dekati Pelatih Asal Skotlandia, Begini Respons Manajemen

dikabarkan bakal kedatangan pelatih asing untuk mengarungi BRI Liga 1 2021/2022. Pelatih yang dimaksud adalah pria Skotlandia, .

Posisi pelatih PSIS Semarang sebenarnya masih kosong semenjak ditinggalkan . Pria asal Montenegro yang menangani PSIS sejak musim 2020 itu mengundurkan diri menjelang musim ini bergulir.

Posisi pelatih sementara PSIS diisi oleh sebagai caretaker. Sejatinya dia adalah asisten pelatih.

Di tangan Imran Nahumarury, PSIS berhasil mengawali BRI Liga 1 dengan hasil positif, mengalahkan 1-0 pada pekan pertama.

Adapun Ian Gillan muncul ke permukaan dikaitkan sebagai suksesor Dragan Djukanovic di PSIS Semarang. Ia merupakan eks pelatih klub Liga Malaysia, Sarawak FA. Adapun lisensi kepelatihan yang ia miliki saat ini adalah lisensi A Pro, sesuai dengan syarat untuk pelatih di Liga 1.

Manajemen PSIS melalui komisaris klub, Junianto, menanggapi perihal rumor tersebut. PSIS sedang menyeleksi calon pelatih pengganti Dragan Djukanovic, namun masih dirahasiakan sosoknya.

“Soal rumor itu ditunggu saja. Pokoknya kami akan kasih kejutan terkait pelatih baru PSIS Semarang,” terang Junianto, Selasa (7/9/2021).

“Calon pelatih baru masih kami cek untuk fit and proper test. Mengacu target yang wajib terpenuhi untuk musim ini dan konsekuensinya,” katanya.

Di sisi lain, skuad PSIS masih menjaga konsentrasi untuk bersiap menghadapi pekan kedua BRI Liga 1. Hari Nur Yulianto dkk. dijadwalkan melawan , Minggu (12/9/2021).

Saat ini para pemain PSIS berada di Semarang dan menggelar latihan di Lapangan Mardi Soenarto. Latihan difokuskan pada recovery kebugaran dan taktikal.

“Hari ini kami recovery, dengan membagi pemain menjadi dua tim. Pemain yang kemarin tampil di atas 60 menit pengembalian kondisi. Sementara yang menitnya kurang bisa menjaga kondisi, diselingi taktikal,” beber pelatih sementara PSIS, Imran Nahumarury.

“Untuk evaluasi juga kami lakukan berkaca dari laga melawan Persela. Apa yang kurang, apa yang harus diperbaiki dengan menganalisis rekaman video,” jelasnya.

Berita Terkait