APPI Sayangkan Tindakan Brutal Dua Pemain AHHA PS Pati

Asosiasi Pesepakbola Profesional (), menyayangkan insiden yang terjadi pada laga uji coba AHHA PS Pati versus Banda Aceh. Menurut mereka seharusnya kejadian tersebut tak perlu terjadi.

Ada dua kejadian yang menjadi sorotan dalam uji coba yang digelar di Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan, Senin (6/9). Pertama tendangan kung fu bek AHHA PS Pati , yang mengenai wajah pemain Persiraja Muhammad Nadhif.

Kemudian tekel keras yang dilakukan penyerang AHHA PS Pati Zulham Zamrun, kepada Defri Rizky. Akibatnya, mereka sempat bersitegang sampai harus dipisahkan para pemain lainnya.

Syaiful dan Zulham, memang langsung mendapat kartu merah dari wasit karena tindakannya. Namun, AHHA PS Pati tetap mampu meraih kemenangan tiga gol tanpa balas atas Persiraja.

Mengetahui kejadian tersebut APPI langsung berkomunikasi secara virtual dengan mengundang Syaiful, Zulham, Nadhif, Defri, serta kapten Persiraja Mukhlis Nakata. Langkah ini diambil untuk mencegah perselisihan agar tidak meluas.

APPI juga meminta untuk para pesepakbola yang terlibat dapat menjunjung sportivitas, bersikap profesional dan solidaritas terhadap profesinya. Selain itu mereka diharapkan mengambil pembelajaran dari insiden tersebut agar di kemudian hari tidak terulang.

“Terlebih baru saja hidup kembali sejak penundaan lebih dari 500 hari sejak pandemi Covid-19. Tindakan-tindakan negatif tersebut dapat merusak euforia dari hidupnya kompetisi yang sudah lama dinanti,” demikian pernyataan APPI, dalam laman resminya.

“Dalam jangka waktu menengah, APPI akan berkoordinasi dengan seluruh pesepakbola dan mengagendakan pertemuan dalam bentuk virtual dengan salah satu topik yang akan dibahas ialah untuk saling jaga sepakbola kita, bersikap profesional, dan membuat komitmen bersama untuk saling mendukung dalam profesi pemain sepakbola profesional.”

“APPI juga akan menggandeng pihak profesional dalam hal ini yang berkaitan dengan Sports Psychology untuk mengkaji dan memberikan edukasi kepada anggota APPI sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.”

Selain itu, APPI mengimbau kepada dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk memperhatikan dan menata jadwal-jadwal klub yang saat ini bermain di Liga 1 2021/22. “Hal ini dikarenakan status klub-klub tersebut berada dalam situasi kompetisi dan di era pandemi Covid-19 serta agar PSSI dan PT LIB memiliki instrumen dan implikasi hukum yang jelas dalam menertibkan pertandingan-pertandingan uji coba.”

Berita Terkait