Lini Depan Arema Belum Bertaji, Eduardo Almeida Woles Saja

Ketajaman lini depan Arema FC tampaknya belum terlihat. Pada pertandingan pertama di BRI melawan PSM Makassar, Minggu (5/9/2021) malam, Arema baru bisa mencetak gol lewat tendangan penalti Hanif Sjahbandi.

Laga di Stadion Pakansari, Bogor itu berakhir imbang 1-1. Adapun gol PSM dicetak oleh Ilham Udin Armyn.

, Eduardo Almeida, tak menyalahkan lini depan timnya. Faktor bermain dengan 10 orang sejak menit ketiga jadi salah satu penyebabnya. Arema kehilangan satu pemain setelah gelandang Jayus diganjar kartu merah setelah melanggar .

Alhasil, Singo Edan lebih banyak main bertahan. Tenaga Carlos Fortes dan kawan-kawan juga lebih banyak terkuras meladeni permainan 11 pemain PSM.

“Kami bisa dapat peluang dan berujung dengan penalti. Selain itu, Fortes juga punya peluang emas (babak kedua). Bermain dengan 10 pemain pasti melelahkan. Tapi pemain sudah berupaya membuat peluang,” kata Almeida, tentang permainan Arema FC.

Sebenarnya, persoalan ketajaman ini sudah terasa dalam dua uji coba terakhir sebelum Liga 1. Singo Edan menjaja klub , PSIM Yogyakarta dan Solo.

Dalam dua laga tersebut Arema tak sanggup mencetak gol. Tapi Almeida tidak ingin menyalahkan anak buahnya.

Baginya, ini bukan sekedar persoalan pemain depan. “Saya tidak berkomentar soal individu pemain. Tapi secara tim,” sambungnya.

Artinya, jika masih belum bisa mencetak gol lewat skema permainan yang rapi, ini jadi tugas yang harus dipecahkan Arema secara tim.

Sebenarnya Arema ingin tampil menyerang saat lawan PSM. Itu terlihat dari formasi dan susunan pemain di awal laga.

Lini depan mengandalkan trio, Dedik Setiawan, Carlos Fortes dan Kushedya Hari Yudo. Namun mereka harus lebih banyak turun karena bermain dengan 10 orang.

Di babak kedua, Arema mengurangi strikernya. Dedik digantikan bek untuk merapatkan pertahanan.

Selanjutnya, Arema akan berupaya menyelesaikan persoalan gol ketika menghadapi tim tangguh, , pekan depan, Minggu (12/9/2021).

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Almeida dan anak buahnya. Bhayangkara FC memiliki materi pemain lebih tangguh. “Kami masih punya waktu persiapan satu minggu. Tim akan persiapan di sini (Bogor/Jakarta),” terangnya.

Berita Terkait