Kurang Pemain, Eduardo Almeida Salut Dengan Perjuangan Arema FC

FC mengakhiri laga pekan pertama /22 dengan menahan imbang Makassar, 1-1, d , Kabupaten Bogor, Minggu (5/9) malam. Pada laga itu, Arema berjuang dengan sepuluh pemain sejak menit keempat.

Jayus langsung dikartu merah oleh karena melakukan aksi berbahaya, kondisi tersebut jelas menyulitkan Singo Edan untuk menghadapi sisa pertandingan, tapi nyatanya mereka mampu berjuang dengan gagah hingga laga ini berakhir.

Memimpin lebih dahulu melalui gol Hanif Sjahbandi via titik putih, Arema akhirnya dibobol oleh sejurus kemudian. tidak mau mengeluh dengan hasil imbang yang didapatkan dari laga ini, karena menilai anak asuhnya luar biasa.

“Saya pikir kami memainkan pertandingan yang bagus. Tentu sempat kesulitan setelah bermain dengan sepuluh pemain. Tapi, pemain berhasil beradaptasi,” buka sosok asal Portugal tersebut dalam sesi jumpa pers selepas pertandingan.

“Organisasi permainan bagus. Selamat untuk pemain yang sudah memberikan yang terbaik dan berjuang keras di lapangan,” tuturnya. “Saya tidak bisa bicara soal wasit,” singkat Almeida soal kepemimpinan wasit Agus Fauzan.

Kerja keras dari pemain telah membuat bangga Almeida, dan itu dinilai sebagai kunci keberhasilan timnya mampu memetik poin dalam keadaan sulit. Sementara itu, Hanif sebagai pencetak gol untuk Singo Edan turut salut dengan bagaimana rekan-rekannya berjuang.

“Saya bangga dengan kinerja tim. Bermain dengan sepuluh orang, tapi masih bisa mendapatkan poin. Itu sudah bagus,” kata gelandang yang tadinya ingin mempersembahkan gol tersebut untuk anaknya yang baru lahir itu.

“Sebenarnya bisa dibilang seperti itu. Bahagia bisa memiliki anak pertama. Tapi, gol ini sebenarnya juga kinerja dari teman-teman. Jadi untuk , teman-teman, dan semua orang,” tukas Hanif.

Milomir Seslija dari pihak PSM menilai pertandingan sangat sulit dijalani karena Arema mengubah pola mereka ketika sudah kehilangan pemain. Milo mengakui bahwa banyak yang harus dibenahi dari bagaimana PSM bergerak menyerang.

“Sejak menit pertama kami punya banyak peluang bagus, tapi kami kemasukan bola karena kami kurang bagus dalam berorganisasi. Untungnya kami mencetak gol dengan dengan luar biasa,” ungkap pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu.

“Saya kira ini pertandingan yang cukup baik, ketika mereka bermain sepuluh pemain justru semakin sulit dibanding 11 lawan 11 karena secara automatis taktik mereka berubah. Kami harus mengubah juga,” tandas eks arsitek Arema tersebut.

Berita Terkait