Liga 1 Ketat, Pelatih Bali United Bocorkan Kunci Pertahankan Performa Apik Klub Selama Semusim

Pelatih Bali , Stefano Cugurra, mengakui bahwa persaingan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia berlangsung sangat ketat.

Banyak tim peserta Liga 1 2021-2022 selalu mengawali kompetisi dengan memasang target meraih gelar juara. Hal itu menunjukkan bahwa kekuatan tim-tim di Indonesia cukup berimbang.

Menurut Stefano Cugurra, kondisi semacam itu tidak terjadi di banyak negara lain, termasuk di Bundesliga Jerman maupun di .

Bundesliga mempunyai yang terlalu dominan, sementara di ada tim elite Johor Darul Takzim yang telah tujuh kali beruntun menjadi juara.

Hal itu diungkapkan , sapaan Stefano Cugurra, dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube Wolfgang Pikal, Rabu (25/8/2021).

“Di Indonesia, tidak mudah. Kita baru mau mulai kompetisi pasti ada banyak tim target juara. Terus kita tidak tahu benar tim mana yang bisa jadi juara,” kata Teco.

“Beda dengan Bundesliga yang punya Bayern Munchen yang berulang kali juara atau yang lebih dekat, yang punya Johor Darul Takzim, satu tim yang sering juara di sana,” ujarnya menambahkan.

Meski demikian, pelatih asal Brasil itu termasuk salah satu pelatih sukses di . Ia sudah merasakan meraih tiga gelar bersama tiga klub berbeda di Indonesia.

Sebelum mengantarkan dan meraih gelar juara Liga 1, Teco pernah menjadi bagian kala menjadi kampiun Liga 1 2006.

Tapi waktu itu Teco belum menjabat posisi pelatih kepala. Ia mengantarkan Persebaya menjuarai Liga Indonesia 2006 dengan status pelatih fisik.

Prestasi-prestasi yang telah dipersembahkan Teco untuk Persebaya, Persija, dan Bali United tentu tak terlepas dari upaya mempertahankan performa tim sepanjang musim.

Pelatih berusia 47 tahun itu pun tak sungkan untuk membocorkan kunci mempertahankan performa tim di Liga 1 selama semusim penuh.

Teco menjelaskan, untuk dapat bermain konsisten, pelatih tidak boleh hanya mengandalkan sebelas pemain. Ia tetap harus membentuk tim dengan kedalaman skuad yang bagus.

Memiliki sebelas pemain bagus tanpa diimbangi pelapis yang sama berkualitasnya tak cukup membuat tim dapat konsisten bermain apik selama semusim.

“Di Indonesia, saya pikir banyak tim bisa juara. (Untuk mempertahankan performa selama satu musim) bukan hanya kerja dengan sebelas pemain, saya pikir,” kata Teco.

“Waktu tim punya sebelas pemain bagus, tapi pemain cadangannya kurang siap, mungkin di dalam kompetisi seperti di Liga Indonesia menjadi kurang bagus.”

“Waktu kamu latih semua di dalam tim, saya pikir semua siap buat bantu tim, ya kamu bisa bertahan di atas, konsisten di dalam liga,” ujarnya menambahkan. (skor.id)

Berita Terkait