Cara Aaron Evans Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Pemain asing tak bisa menutupi kegembiraannya setelah mendengar kompetisi akhirnya akan diputar kembali.

Bek asal Australia itu bakal memulai babak baru dalam perjalanan kariernya di sepak bola .

Aaron Evans mengakui, pandemi Covid-19 benar-benar memberikan masa-masa sulit baginya sebagai pemain sepak bola.

Pandemi yang melanda dunia berimbas pada vakumnya kompetisi sepak bola di Indonesia sehingga membuat pekerjaannya ikut terhenti.

Dengan demikian, penghasilan Aaron Evans pun praktis terpangkas karena ambruknya industri sepak bola di Indonesia.

Namun, tantangan paling berat bagi Aaron Evans adalah perubahan rutinitas yang sangat drastis.

Sebelum pandemi melanda, dia memiliki agenda latihan dan rutinitas yang terjadwal setiap harinya.

Namun, setelah kompetisi dihentikan, tim diliburkan dan pemain harus berlatih secara mandiri di rumah.

Hal itu membuat semakin banyak waktu luang yang harus dihabiskan di rumah.

Di sisi lain, dia tidak bisa bebas beraktivitas karena adanya pembatasan kegiatan di luar ruangan.

Selain itu, sebagai orang yang hidup dari dari sepak bola, Aaron Evans juga tidak bisa jauh dari si kulit bundar.

Kondisi tersebut sempat membuatnya mudah diserang kejenuhan dan dilema.

“Ini sangat berat sebagai pesepak bola ketika sepak bola diambil dari kami,” kata Aaron Evans kepada Kompas.com, Rabu (25/8/2021).

“Sepak bola adalah hidup dan keseharian kami, jadi ketika kami tidak bisa melakukan hal yang kami cintai yang juga sebagai rutinitas kami itu sangat berat bagi kami, baik secara fisik maupun mental.”

Untuk mengatasi hal tersebut, Aaron Evans berusaha menjaga diri untuk tetap aktif dengan berbagai macam kegiatan.

Waktu luang yang ada dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah dia lakukan.

Biasanya, setelah latihan selesai, dia memanfaatkan waktu untuk menjalankan hobinya, seperti membaca buku.

Lalu, dia juga mencoba memasak, bermain game, atau menonton film.

Sebagian dari kegiatan tersebut kini bahkan menjadi hobi baru bagi mantan pemain PSM Makassar itu.

Perubahan rutinitas mendadak ini membuatnya sadar bahwa meskipun sibuk dengan sepak bola, kegiatan lain tidak kalah penting.

Hobi, bisnis, belajar, menyapa keluarga, atau kegiatan apa pun bisa membantu dirinya tetap sibuk ketika kompetisi sepak bola berhenti.

“Cara yang paling baik adalah berusaha tetap sibuk dengan aktivitas lain yang anda sukai,” kata Aaron Evans.

“Walaupun Anda begitu mencintai sepak bola, tapi tetap penting untuk memiliki hal-hal lain yang bisa mengalihkan perhatian ketika masa-masa sulit tanpa sepak bola,” tutur pemain berusia 26 tahun itu lagi.

Menurut Aaron Evans, seharusnya ada solusi mengenai masalah ini.

Sebab, dia melihat sepak bola Indonesia punya kemampuan untuk bisa tetap eksis walaupun dihimpit pandemi.

Salah satu buktinya adalah pelaksanaan Piala 2021 yang sukses sampai akhir.

“Indonesia pernah sukses menggelar turnamen pramusim Piala Menpora, jadi saya tidak melihat alasan kenapa Liga 1 tidak segera digulirkan di tengah situasi seperti ini,” ucap Aaron Evans.

“Ya jelas saya mengerti dan menerima apa pun keputusan dari federasi karena mereka berusaha mencari opsi terbaik untuk menjaga keselamatan semua orang,” imbuhnya.

Apalagi, kini dan sudah mengantongi izin pelaksanaan Liga 1 dari Satgas Covid-19 dan selaku otoritas keamanan.

Izin ini menjadi garansi bisa digulirkan pada 27 Agustus mendatang.

Aaron Evans pun tidak pernah putus menjaga kondisi tubuh tetap prima setiap waktu karena dirinya yakin kompetisi bisa segera digulirkan.

Untuk urusan sepak bola, dia tidak pernah setengah-setengah, sehingga selalu siap tampil maksimal.

“Saya selalu memasang target setinggi mungkin walaupun situasi tanpa latihan tim dan juga pertandingan. Saya selalu menyasar target yang paling tinggi,” kata Aaron Evans.

“Saya ingin memberikan yang terbaik untuk tim saya dan juga liga ini.”

“Karena itu, saya mengatur jadwal dan bekerja keras demi memberikan penampilan yang terbaik mulai dari pertandingan pertama sama akhir,” tutur pemain yang merumput di Indonesia sejak 2017.

Berita Terkait