Manajer AHHA PS Pati Ungkit Pemain Timnas Indonesia yang Bersikap Buruk, Atta Halilintar Pernah Bilang Begini

Pemilik AHHA PS Pati FC, Atta Halilintar, pernah meminta semua pihak merangkul pemain muda supaya bisa belajar dan memperbaiki diri.

Publik sepakbola Indonesia kembali dikejutkan dengan sebuah kabar mengenai pemain timnas Indonesia yang punya sikap dan kedisiplinan yang kurang baik.

Kabar mengejutkan itu diketahui dari unggahan manajer AHHA PS Pati FC, Doni Setiabudi, di akun Instagram pribadinya, 24 Agustus 2021.

Secara lugas, Doni mengungkapkan kekagetannya saat menemukan pemain berlabel timnas Indonesia yang punya sikap dan kedisiplinan yang buruk.

Akan tetapi, Doni tidak terang-terangan membuka identitas pemain yang dimaksud.

Doni hanya menjelaskan, kalau sikap pemain timnas Indonesia itu membuat kaget dirinya dan pelatih AHHA PS Pati FC, Ibnu Grahan.

“Saya dan pelatih kaget (ada) pemain berlabel timnas (Indonesia) memiliki attitude dan disiplin yang buruk,” tulis Doni Setiabudi dalam foto unggahan Instagram-nya, Selasa (24/8/2021).

Pada bagian caption, Doni juga menjelaskan dampak buruk ketenaran dan popularitas yang kerap menyerang para pemain di Indonesia.

Jika tenggelam dalam star syndrome, para pemain biasanya cenderung berpuas diri dan sulit berkembang.

“Efek star syndrome membuat kalah bersaing,” tambah Doni Setiabudi.

“Tidak ada jaminan jika tidak mau bekerja keras.”

Meski pria yang akrab disapa Kang Jalu itu tidak menyebut secara pasti nama pemain berlabel timnas Indonesia yang dimaksud, sejumlah warganet mengaitkan sosok itu dengan dua pemain AHHA PS Pati FC.

Seperti diketahui, sekitar awal Juni lalu, AHHA PS Pati FC membuat transfer kontroversial dengan mendatangkan dua pemain ‘buangan’ timnas Indonesia.

Ada pun kedua pemain itu adalah Yudha Febrian dan Nurhidayat Haji Haris.

Keduanya dikeluarkan dari timnas Indonesia lantaran dianggap telah melakukan tindakan indisipliner.

Yudha Febrian didepak Shin Tae-yong dari timnas U-19 Indonesia pada 23 November 2020 karena pulang larut malam dan terlambat latihan.

Sementara itu, Nurhidayat dikeluarkan dari skuad timnas Indonesia oleh Shin pada awal Juni 2021, ketika hendak mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Di satu sisi, pemilik AHHA PS Pati FC, Atta Halilintar, pernah berkomentar positif tentang dua pemainnya ini.

Ketika disinggung soal kontroversial terkait dua pemainnya, Atta malah mengajak semua pihak untuk merangkul para pemain muda yang pernah berbuat salah.

Tujuannya tak lain untuk membantu para pemain muda itu berbenah dan meningkatkan kualitas mereka menjadi lebih baik lagi.

“Sebenarnya akan banyak lagi yang mencengangkan. Kalau soal mereka, menurut bro Putra (Siregar) itu anak muda seharusnya dirangkul bukan dipukul,” katanya pada saat konferensi pers kepada awak media termasuk Bolasport.com, Senin (14/6/2021).

“Kami ingin buktikan ke Indonesia kalau mereka ini masih bisa, kalau masih muda sudah ditendang kan kurang bagus juga padahal mereka punya talenta dan bakat,” jelasnya. (bolasport)