Filosofi Pemilihan Warna Jersey Madura United Musim 2021/2022

Madura United memperkenalkan seragam baru yang akan dikenakan untuk mengarungi Liga 1 2021/2022.

Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu merilis jersey kandang, tandang, dan seragam ketiga untuk musim ini.

Pada jersey musim ini, Madura United tetap menonjolkan kesan sederhana, rapi, dan bersih dengan kombinasi satu-dua warna yang dikemas secara modern serta penambahan corak futuristik.

Di balik kesederhanaan itu, ada filosofi di setiap pemilihan warna jersey Madura United.

Untuk jersey home, Madura United masih menggunakan warna merah putih bercorak horizontal dengan sedikit modifikasi dari seragam kandang musim lalu.

Desain dan warna jersey memang sengaja dipertahankan karena sudah menjadi bagian identitas klub.

“Banyak yang komplain rata-rata tentang perubahan yang minim dari tahun ke tahun untuk jersey home,” kata COO Madura United, Annisa Zhafarina, kepada Kompas.com, Sabtu (21/8/2021).

“Namun, ini memang creative decision dari kita untuk mempertahankan identitas.”

“Lagian kalau kami ganti-ganti trademark terus, tidak jelas dong Madura United itu siapa?”

“Kalau sekarang orang melihat jersey merah putih ‘oh, itu mah Madura United’,” imbuhnya.

Selain itu, strip merah putih Madura United juga terinspirasi baju adat Madura, Pesa’an.

Strip merah itu menjadi simbol bahwa tim ikut membawa harga diri dan kebanggan Masyarakat Madura.

Jersey away terlihat lebih sederhana dengan warna dasar hitam yang dibubuhi tulisan berwarna abu.

Seragam tandang Madura United musim ini terlihat sangat simpel, tetapi fashionable, sesuai dengan targetnya.

“Untuk jersey awal, kami memang selalu pilih warna safe dan neutral,” ujar Annisa yang juga sebagai desainer jersey Madura United.

“Karena kan jersey home kami sudah mentereng, jadi kami ingin memberikan pilihan untuk fans supaya punya baju yang bisa dipakai ke mana saja tanpa harus melepas identitas fans Madura United.”

“Warna hitam memang dimaksudkan untuk menyesuaikan popular lifestyle yang genderless,” imbuhnya.

Jersey ketiga Madura United paling mencuri perhatian dengan warna dasar merah jambu bermotif garis horizontal tipis dengan tambahan warna hitam di bagian lengan dan leher.

Seragam ketiga ini sangat unik karena warna merah jambu identik dengan kesan feminin.

Selain itu, cukup langka menemukan klub berseragam merah muda di Liga Indonesia.

Annisa Zhafarina mengatakan, sengaja memilih warna muda untuk lebih menggali kembali sisi kreativitasnya.

Anissa ingin membuat gebrakan bahwa warna merah muda sudah tidak lagi harus menjadi stereotip salah satu gender saja.

“Di sini kami cuma ingin lebih berani berwarna dan membuktikan bahawa pink itu juga macho dan garang,” terangnya.

Jersey ketiga Madura United menjadi yang paling menarik. Sebab, jersey tersebut benar-benar baru dan berbeda dari sebelumnya yang menjadi semangat menyambut perubahan setelah sepak bola vakum karena pandemi.

“Jersey ini hampir seperti ‘jersey comeback’. Setelah satu tahun tidak ada sepak bola akhirnya ada lagi,” kata perempuan yang pernah menimba ilmu di UEFA CFM itu.