PSSI Tegas Beri Ultimatum Untuk Klub yang Masih Hutang Gaji Pemain

mengambil langkah tegas terkait klub yang masih memiliki tunggakan gaji terhadap pemainnya. PSSI memberikan ultimatum untuk klub melunasi gaji sebelum maupun Liga 2.

Beberapa klub memang diketahui masih memiliki sangkutan gaji yang belum dilunasi. Dimana satu tim Liga 1 yakni PSM Makassar dan delapan klub Liga 2 antara lain Riau, Kalteng Putra, Jepara, PSKC Cimahi, dan FC. Terbaru, Persis Solo juga digugat ke NDRC karena permasalahan serupa.

Sesuai putusan NDRC, klub-klub tersebut harus melunasi seluruh tunggakan gaji maksimal 45 hari sejak keputusan dikeluarkan. Jika tidak, mereka disanksi dilarang mendaftarkan pemain dalam tiga periode transfer.

Sekadar informasi, tenggat waktu 45 hari yang diberikan NDRC kepada klub-klub di atas sebagian besar telah jatuh tempo. Itu artinya, kini mereka tak bisa mendaftarkan pemain untuk kompetisi.

Namun hukuman tersebut bisa dicabut jika klub sudah melunasi hutang. Atau maksimal sampah batas penutupan transfer atau H+7 kick off Liga.

Seperti diketahui BRI Liga 1 dijadwalkan kjck off pada 27 Agustus. Dengan hal ini setidaknya PSM Makassar memiliki waktu yang tidak banyak untuk melunasi hutang.

Terkait hal ini PSSI sudah menunjukkan ketegasannya. Melalui Sekjen PSSI, meminta klub-klub tersebut melunasi hutang.

“Kami sudah menyampaikan ketegasan ke klub. Klub sudah berjanji sebelum kick-off akan sudah diselesaikan. Tapi, kami memang telah kasih ultimatum,” ucap Yunus Nusj ketika dihubungi awak media.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Plt General Manager , M mengaku belum ada terbaru mengenai pembayaran gaji, khususnya untuk PSM Makassar.

“Update pelunasan gaji (PSM) belum ada. Cuma infonya yang masuk ke APPI, sudah ada pembicaraan dari manajemen,” ungkap Aji.

Berita Terkait