Pemain Asing Keempat Arema FC Tertahan Di Turki

Manajemen Arema FC sedang berupaya keras mendatangkan pemain asing terakhir mereka agar bisa cepat bergabung dengan tim sebelum Liga 1 2021/22 digulirkan pada 27 Agustus.

Arema kini sedang menanti kehadiran pemain asing keempat setelah sebelumnya mengumumkan perekrutan kiper Adilson Maringa, gelandang Renshi Yamaguchi, dan striker Carlos Fortes.

Legiun asing keempat itu disebut berasal dari Portugal, dan bernama Sergio Silva. Pemain asing ini didatangkan berdasar rekomendasi pelatih Eduardo Almeida. Namun presiden klub Gilang Pramana enggan menyebut nama sang pemain.

Gilang mengatakan, pemain asing ini akan menempati posisi bek tengah, dan berusia 27 tahun. Sang pemain belum bisa datang ke Indonesia, meski sudah berada di Turki. Ia tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah Indonesia untuk melanjutkan perjalanan.

“Sebenarnya Arema sudah punya empat pemain asing, sudah lengkap. Pemain asing keempat sudah deal, sudah kami belikan tiket penerbangan, tinggal berangkat saja,” ungkap Gilang dikutip laman Wearemania.

“Bahkan kopernya sudah sampai di Malang duluan, tapi si pemain masih tertahan di Turki, karena memang terkendala imigrasi di Indonesia yang melarang orang asing masuk sementara ini.”

Gilang menambahkan, manajemen kini sedang berupaya untuk bisa membawa sang pemain ke Indonesia tanpa harus mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah agar dapat beradaptasi dengan tim. Arema berharap pemain asing ini cukup menjalani karantina selama delapan hari.

“Intinya, Arema sedang mengupayakan yang terbaik agar si pemain bisa segera terbang ke Indonesia, karantina di Jakarta, dan langsung bergabung dengan tim. Kami harapkan sebelum kompetisi dimulai komposisi pemain asing Arema sudah lengkap,” tutur Gilang.

Saat ini skuad Arema sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta sebagai persiapan menyambut Liga 1. TC itu sudah berlangsung sejak pekan lalu. Gilang mengutarakan, awalnya Arema ingin menggelar TC di Solo, namun menghadapi kendala.

“Sehari setelah merayakan HUT Arema ke-34, tim kami langsung berangkat ke Solo. Ternyata, kami sempat dilarang TC di sana. Karena masih PPKM, akhirnya kami pindah ke Yogyakarta,” jelas Gilang.

“Memang sejak PPKM Arema lebih tertutup daripada sebelumnya. Kalau biasanya saya dan pelatih Eduardo Almeida terbuka kepada media, sekarang kami lebih sering merahasiakan semuanya. Intinya, tim kami saat ini sedang menjalani TC di Yogyakarta dengan penuh semangat.”