Perbedaan Pemain Muda Indonesia dengan Brasil di Mata Danilo Fernando

, mantan pesepak bola yang malang melintang di klub-klub Tanah Air menjelaskan pengamatannya terkait pemain muda Indonesia dengan Brasil. Menurutnya, soal skill tidak berbeda jauh, namun mental yang jadi pembedanya.

Pria yang kini menjadi manajer Sleman itu pernah meraih juara bersama dan Kediri. Kini ia sibuk mengejar target mendapatkan lisensi kepelatihan A .

Sebagai figur yang mesti cermat mengamati perkembangan sepak bola, Danilo Fernando punya pendapat tentang pemain muda Indonesia dan Brasil. Mental adalah aspek yang harus dibenahi pesepak bola Tanah Air.

“Kalau dari skill enggak jauh beda, cuma perbedaannya ada di mental. Pemain muda Indonesia itu saya lihat cepat puas. Mungkin begini maksudnya, dari sepak bola hidup mereka bisa berubah 180 derajat, ibarat pagi bukan siapa-siapa, tapi malam bisa jadi pemain top,” ujar Danilo saat sesi bincang-bincang di kanal YouTube Pikal Wolfgang Coach.

“Kalau dia enggak siap dengan keadaan seperti itu, proses atau transisi terlalu cepat pengaruhnya ke mental.”

Danilo juga menyebutkan kalau pembinaan sepak bola di Brasil disiapkan dengan sangat matang, terutama soal mental. “Kalau sudah sampai di peak performance saat usia muda, mereka sudah tahu kisi-kisinya mau bagaimana, sudah siap mereka.”

“Setelah dari segi fisik, teknik, itu semua akan mengikuti. Itulah yang membedakan dengan sepak bola kita dengan Brasil.”

Danilo Fernando berharap, dengan mulai munculnya program usia muda di , bisa menjadi tonggak sukses pembibitan sepak bola di Indonesia. Apalagi jika klub-klub menerapkan Youth Development.

Danilo melanjutkan perbincangan bersama dengan memberikan pesan buat para pemain muda. Baginya, sebagai mantan pemain yang memulai segalanya dari nol, penting untuk terus berusaha maksimal sembari meminta dukungan keluarga.

“Kalian itu punya cita-cita menjadi profesional. Itu tidak mudah. Ada proses di mana pasti ada naik dan turunnya, tidak mungkin jalannya mulus terus,” sambung Danilo.

“Terpenting adalah fokus berusaha maksimal, jangan menyia-nyiakan kesempatan, tapi yang tak kalah penting juga doa dan dukungan orang tua. Kalau sudah ada restu, pasti percaya diri meningkat, mental terangkat juga.”

“Jangan dengarkan kanan-kiri. Hanya dengarkan apa kata pelatih dan orang tua. Rejeki memang dari atas, tapi kita yang berusaha.”

Berita Terkait