Tak Ada pelatih Kepala, Ini yang Dilakukan PSIS dalam menyambut Liga 1

memiliki tantangan tersendiri dalam menatap /2022 yang bakal dimulai pada 27 Agustus 2021. Pasalnya, pelatih kepala mereka, , memilih untuk meninggalkan tim.

Padahal, waktu tersisa tak lebih dari satu bulan lagi. Alhasil, manajemen membebankan persiapan tim kepada asisten pelatih untuk memegang kendali.

Bagi Imran, bertanggung jawab penuh pada persiapan tim menuju suatu ajang sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ia pun memimpin persiapan tim untuk terjun di Piala 2021 saat Dragan belum kembali ke Semarang.

Jadi Imran sudah tak kagok dalam memegang kendali penuh saat ini. Ia pun sudah menyusun program agar Harry Nur dkk. makin tangguh dan solid.

“Intensitas volume latihan mulai turun. Perlahan kami latih taktikalnya seperti sistem bertahan kemudian menyerangnya,” ujar Imran seperti dilansir dari situs resmi .

“Terus tadi ada juga shooting dan di akhir kami laksanakan adu penalti supaya pemain fun,” ucapnya lagi.

“Minggu kedua baru digabung-gabung seperti transisi menyerang bertahan dan beberapa pola latihan taktikalnya. Di masa pra musim kami memang bertahap,” tutur eks gelandang dan itu.

Berita Terkait