Liga 1 Mungkin Digelar Tanpa Penonton hingga Akhir Musim

BRI Liga 1 2021 terancam digelar tanpa penonton hingga akhir musim. Selain faktor pandemi COVID-19, format kompetisi juga menjadi pertimbangan.

Kasus virus corona yang masih tinggi di Indonesia belum memungkinkan untuk masyarakat berkerumun atau membuat keramaian.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merancang BRI Liga 1 dengan format series dan sentralisasi di Pulau Jawa untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

Kompetisi akan digelar dalam enam series di tiga klaster dengan Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat menjadi tuan rumah seri pertama.

Selama BRI Liga 1 masih menganut sistem series, tidak adil bagi klub luar Pulau Jawa jika kompetisi nantinya dapat dihadiri oleh penonton meski dengan jumlah yang terbatas.

“Kalau masih dengan sistem klaster, itu tidak fair. Contoh begini. Klaster pertama bermain di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Di situ ada klub-klub seperti Persija Jakarta, Persita Tangerang, Bhayangkara FC, dan Persikabo 1973,” kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani ketika dihubungi Bola.com, Rabu (11/8/2021).

“Kasihan Persipura Jayapura, Borneo FC, dan Barito Putera, istilahnya, dengan sistem klaster ini, ya sudah tanpa penonton saja. Anggap saja ini seperti di Amerika Serikat dengan sistem bubble,” jelas Hasani.

Tekankan Herd Immunity
Menurut Hasani, penerapan seperti di Piala Menpora 2021 sudah paling pas. Yang membedakannya hanya BRI Liga 1 berkonsep kompetisi, bukan turnamen.

Hasani juga menekankan pentingnya herd immunity demi sepak bola Indonesia kembali normal. Kekebalan kelompok yang dibentuk oleh vaksin COVID-19 dapat membuat kompetisi berjalan seperti biasanya dengan format kandang dan tandang.

“Saya pikir, kalau kompetisi mau diselesaikan, dituntaskan dalam bentuk klaster. Kalau dalam tiga klaster ini ada penonton, itu sangat tidak adil untuk klub lain,” ungkap Presiden Komisaris dari Mahaka Sports dan Entertainment tersebut.

“Dikembalikan dengan herd immunity tinggi. Akan menjadi normal lagi sehingga klub-klub bisa bermain home dan away, bukan klaster. Sistem klaster ini kan bentuknya darurat. Yang penting kompetisi jalan dulu,” imbuhnya. (Bola COM)