Ditolak Indra Sjafri, Sandy Walsh Ogah Menyerah

Pemain blasteran Sandy Walsh menegaskan dirinya tidak pernah menyurutkan keinginan memperkuat Indonesia di masa mendatang, meski mendapat halangan besar dari direktur teknik PSSI .

Walsh sudah sejak lama mendambahkan bisa memakai senior di laga internasional. Asa Walsh kembali muncul ketika Indonesia menjalani pertandingan sisa babak kedua Grup G di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), beberapa waktu lalu.

Menurut Walsh, ia rutin berkomunikasi dengan pelatih Shin Tae-yong mengenai kemungkinan dirinya memperkuat . Hanya saja, keinginannya itu tidak direstui Indra.

“Saya sudah menatap beberapa pertandingan internasional di awal Juni. Saya sebelumnya rutin berkomunikasi dengan pelatih timnas. Pertandingan juga digelar di Dubai yang membuat [izin] perjalanan lebih mudah,” jelas Walsh diwartakan laman Gazet van Antwerpen.

“Tapi direktur teknik [PSSI] yang menahan perjalanan saat itu. Sepertinya dia sebelumnya mempunyai pengalaman yang tidak positif dengan pemain naturalisasi dari Eropa. Ini sangat disayangkan.”

“Saya selalu menegaskan, saya ingin melakukan segalanya demi bisa bermain untuk Indonesia. Masih ada kontak mingguan dengan pelatih dan asistennya, tetapi direktur teknik lah yang bisa memberi lampu hijau untuk mempercepat semua urusan. Pelatih nasional masih memberikan dukungan.”

Walsh kini berharap dirinya bisa memperkuat skuad Garuda ketika menjalani pertandingan play-off babak ketiga kualifikasi 2023 melawan Cina Taipei pada September dan Oktober.

Pemain berusia 26 tahun ini merasa senang keinginannya membela mendapat dukungan dari publik . Walsh juga menegaskan, kesempatan bermain di Indonesia tidak akan mengganggu karirnya bersama klub Belgia, KV Mechelen.

“Saya terus berharap ini akan segera diselesaikan. Saya sudah menunggu cukup lama. Secara pribadi, itu tidak akan memakan waktu terlalu lama bagi saya,” ucap Walsh.

“Fokus saya terutama pada KV Mechelen. Tapi dipanggil ke [timnas] Indonesia akan menjadi bonus yang luar biasa. Saya sudah mendapat dukungan dari publik sepakbola. Saya melihatnya dari banyak reaksi positif di akun media sosial saya. Lebih dari 90 persen followers saya berasal dari Indonesia.”

Berita Terkait