Pasang Fasilitas Ini, Stadion Kapten I Wayan Dipta Akan Dapat Penghargaan?

Markas , saat ini masih menjalani renovasi dan beberapa fasilitas akan dipasang untuk melengkapi stadion kebanggan masyarakat Bali ini.

Stadion Kapten masih terus berbenah.

Sebelumnya, stadion kebanggaan Bali itu menjalani renovasi sejak November 2020 dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi venue U-20 2021.

“Kami kurang lebih sudah 7 bulan melakukan renovasi tahapan venue Stadion Dipta dan lapangan latihan di Bali,” ujar Ni Nengah Satriyani selaku pelaksana dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali PPK Prasarana Strategis.

“Nantinya venue ini akan digunakan dalam pagelaran tahun 2023 mendatang,” tutur Ni Nengah Satriyani dikutip Bolasport.com dari laman resmi Bali United.

Dalam pembangunannya, Stadion Kapten I Wayan Dipta tidak akan menggunakan atap tertutup.

Kekuatan bangunan menjadi alasan keputusan ini diambil.

Apalagi, Stadion Kapten I Wayan Dipta dibangun pada 2004.

“Adapun yang ingin kami jelaskan mengapa Stadion Dipta ini tidak menggunakan full atap karena berbagai alasan dan faktor,” jelasnya.

“Selain karena waktu tahapan renovasi yang singkat, kami juga melihat usia bangunan ini berdiri, kami juga harus menghitung secara struktur bangunan apakah mampu menahan beban atap. Untuk itu, atap yang diinginkan belum bisa diakomodir.”

Walaupun mengalami keterbatasan, Ni Nengah Satriyani menyampaikan jika timnya akan mencoba membuat stadion yang terletak di Gianyar ini tetap gagah.

“Tapi kami mencoba untuk segala keterbatasan yang ada dengan fasilitas membuat stadion kebanggaan ini tetap menawan,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat Bali diharapkan bisa merasa bangga karena Stadion Dipta akan menggunakan pencahayaan yang maksimal.

Mengingat fasilitas ini merupakan satu-satunya yang ada di .

“Masyarakat Bali patut berbangga dengan fasilitas Stadion Dipta ini dengan kapasitas pencahayaan lampu hingga 2400 LUX ditopang oleh tiang penyangga hampir 50 meter dari dasar.”

“Ini menjadi stadion pertama di Indonesia yang akan kami daftarkan sebagai rekor MURI,” kata Joko Nugroho, Project Manager PT PP Persero Kegiatan Renovasi Venue Utama dan lapangan latihan Piala Dunia U-20 Provinsi Bali.

Oleh karena itu, dia berharap agar rencana ini bisa berjalan sesuai rencana.

Dia juga menambahkan jika Stadion Kapten I Wayan Dipta akan memiliki videotrone pada sisi utara dan selatan.

“Mohon doa dari semeton sekalian. Selain itu, penyiraman air untuk rumput lapangan sendiri sudah muncul dari tengah lapangan secara otomatis. Metode penyiraman ini belum banyak diterapkan oleh stadion lain yang ada di Indonesia,” urai Joko Nugroho.

“Kami juga menghadirkan videotrone yang berdiri di sisi utara dan selatan dari stadion. Dua buah videotrone ini bisa menjadi penunjang untuk menghadirkan video-video goal maupun momen selama pertandingan berlangsung,” sambungnya.

Bukan hanya itu, Joko Nugroho menjelaskan jika cahaya lampu di Stadion Kapten I Wayan Dipta akan bisa diatur mengikuti musik.

Dia berharap dengan fitur ini bisa menghadirkan aura dan semangat bagi penonton dan pemain.

“Terakhir adalah lampu stadion yang bisa diatur pencahayaan lampunya dengan musik yang diputar dalam stadion. Tentu ini akan menghadirkan suasana semangat dan aura yang semakin luar biasa ketika stadion ini menyelenggarakan pertandingan nantinya,” tutupnya. (bolasport.com)

Berita Terkait