PT LIB Jelaskan Maksud Zona Hijau sebagai Tuan Rumah Series Liga 1

Direktur Utama PT Baru (), Akhmad Hadian Lukita menjelaskan daerah “zona hijau” COVID-19 yang dimaksud pihaknya dalam pemberitaan keputusan untuk memulai musim ini pada 20 Agustus 2021.

dan tetap memaksa untuk menggelar Liga 1 di tengah gelombang kedua pandemi COVID-19 setelah berkoordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (), Zainudin Amali dan Mabes Polri.

Dalam rilisnya di laman masing-masing, PT LIB bersama PSSI memuat rencana untuk memutar Liga 1 dengan format series di zona hijau COVID-19 di Pulau Jawa.

Berdasarkan data dari yang terpampang di websitenya per Rabu (4/8/2021) pukul 13.00 WIB, tidak ada zona hijau di Pulau Jawa.

Bahkan, dari 514 kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, hanya Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, yang tercantum sebagai zona hijau.

“Maksudnya, zona hijau COVID-19 itu zona aman,” kata Lukita kepada Bola.com, Rabu (4/8/2021).

Nantinya, PT LIB akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Satgas COVID-19 dan pemerintah daerah dalam menentukan kriteria zona aman untuk menjadi tuan rumah Liga 1.

“Tentu nanti kami akan berkoordinasi terus dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menentukan kriteria zona hijau,” imbuh Lukita.

PT LIB akan menggulirkan Liga 1 dengan format series dan seri pertama akan dimulai di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Pada konsep series ini, Liga 1 bakal digelar dalam enam seri. “Untuk tuan rumah Liga 1 dalam format series, masih sesuai rencana awal,” ujar Lukita.

Seri pertama akan berlangsung di Banten, DKI, dan Jawa Barat, sementara seri kedua di Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta, dan seri ketiga di Jawa Timur.

Jawa Timur bakal lanjut menjadi tuan rumah seri keempat, disusul Jawa Tengah dan DIY pada seri kelima, dan seri keenam kembali ke Banten, DKI, dan Jawa Barat

“Untuk tuan rumah per serinya, masih sesuai rencana awal. Betul, seri pertama di Banten, DKI, dan Jawa Barat,” terang Lukita. (bola.com)

Berita Terkait