Ingin Febri Hariyadi, Persib Disebut Tolak Tawaran Klub Korea Selatan

Persib Bandung disebut menolak tawaran dari klub Korea Selatan demi mendatangkan Febri Hariyadi.

Kejadian ini datang pada musim 2020 dan disebutkan oleh salah satu agen asal Indonesia, Edy Syah.

Kepada BolaSport.com, Edy Syah membagikan pengalamannya ketika ada klub Korea Selatan yang tertarik untuk mendatangkan pemain-pemain dari Indonesia.

Edy Syah menyebutkan bahwa klub Korea Selatan tersebut awalnya ingin merekrut Saddil Ramdani.

Namun Bhayangkara FC selaku klub Saddil Ramdani waktu itu memutuskan tidak melepasnya ke Negeri Gingseng.

Edy Syah cukup menyayangkan itu lantaran semuanya sudah deal tapi Saddil Ramdani batal gabung klub kasta tertinggi di Korea Selatan.

Lanjut Edy Syah, klub Korea Selatan itu pun merespons untuk memintanya kembali mencarikan satu pemain lagi yang kualitasnya hampir sama dengan Saddil Ramdani.

Ia menyebutkan bahwa ada Febri Hariyadi yang bisa berkarier di Korea Selatan.

“Jadi klub Korea Selatan itu meminta saya untuk mencari pemain lain dan akhirnya saya cari Febri Hariyadi,” kata Edy Syah.

“Saya ini mencari pemain-pemain Indonesia yang benar-benar layak untuk bermain di luar negeri,” ucapnya menambahkan.

Edy Syah pun langsung berkomunikasi dengan beberapa pihak di Persib Bandung.

Ia tidak mau menyebutkan siapa pihak Persib Bandung yang berkomunikasi dengannya.

“Setelah saya telusuri ke beberapa sumber di Persib Bandung, Febri Hariyadi tidak diizinkan.”

“Saya tidak berbicara ke Febri Hariyadi tapi dua orang sumber di Persib Bandung bilang seperti itu,” ucap Edy Syah.

Walhasil Edy Syah mengurungkan niatnya untuk mencari pemain lainnya.

Menurut Edy Syah, ini kesempatan langka dan sayang tidak diambil.

“Jadi klub Korea Selatan ini benar-benar ingin mencari pemain dari Indonesia,” kata Edy Syah.

“Klubnya ini terkenal dan saya tidak mau sebutkan,” ucapnya menambahkan.

Setelah batal mendatangkan Saddil Ramdani dan Febri Hariyadi, Edy Syah memberikan respon ke klub Korea Selatan itu.

Ia bilang, cukup sulit juga melobi pemain-pemain top di Indonesia yang masih ada kontrak di klub lamanya.

“Waktu itu saya bilang, tahun depan aja deh karena anak-anak di sini sudah terikat kontrak sama klub di Indonesia, jadi kemungkinan kecil untuk dilepas,” tutup Edy Syah. (bolasport.com)