Dikritik The Jakmania, Begini Cara Persija Jakarta Menjawabnya

membeberkan cara timnya menyikapi kritikan yang diberikan oleh pedukung Jakarta, The .

Sebagai Presiden , Mohamad Prapanca tentu menjadi sorotan dalam hal perkembangan tim dengan julukan Macan Kemayoran tersebut.

Kemajuan atau kemunduran Persija Jakarta akan selalu menarik perhatian The Jakmania.

Contohnya, saat Persija Jakata berhasil menjadi juara turnamen pramusim bertajuk , banyak The Jakmania yang menyanjung Macan Kemayoran mulai dari pemain hingga manajemen.

Perihal kondisi tidak mengenakkan dalam tubuh Persija pun tidak luput dari pantauan The Jakmania.

Misalnya, saat Persija Jakarta ditinggal oleh beberapa pemain andalannya jelang musim 2021, tidak sedikit The Jakmania yang memberikan komentar.

Terlebih, Persija dinilai lambat bergerak dalam perburuan kekuatan anyarnya demi menatap musim 2021.

Hal itu sempat dilontarkan oleh Ketua The Jakmania, , pada 5 Juli 2021.

Diky geram dengan sikap Persija Jakarta yang belum juga mendapatkan pemain baru di saat beberapa pemain Macan Kemayoran undur diri, seperti misalnya .

“Sudah lewat beberapa hari dari waktu Alfath diumumkan tidak lagi berseragam Persija,” tulis Diky Soemarno seperti dilansir oleh BolaSport.com dari Instagram stories-nya.

“Belum juga ada pemain baru yang masuk atau resmi berkostum Persija.”

“Sebenarnya Persija serius mau cari pemain atau tidak sih?”

“Padahal informasi pemain baru Persija saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) begini bisa bikin imun bagus loh. Dapat pahala lagi bikin senang orang,” tambah Diky.

Lantas, bagaimana cara Persija Jakarta menanggapi kritikan The Jakmania?

Mohamad Prapanca selaku Presiden Persija mengaku memiliki caranya.

Hal itu disampaikan oleh Prapanca lewat bincang-bincang dalam channel YouTube Persija, 1 Agustus 2021.

“Bagi saya, komentar-komentar itu kan seperti kritikan,” kata Mohamad Prapanca seperti dikutip oleh BolaSport.com dari YouTube Persija.

“Kritikan yang harus kami sikapi dengan kepala dingin. Dan harus dimasukkan ke dalam suatu variabel pola pikir kami, apa itu negatif atau positif.”

“Nah, dari situ kami saring semuanya abis itu didiskusikan. Dalam hal di klub, saya diskusikan bersama Bambang Pamungkas dan pelatih (Persija). Tidak disampaikan secara langsung apa yang ada di dalam komentar-komentar mereka (The Jakmania), cuma nanti kami baca arahnya ke mana (komentarnya) dan kami sikapin,” tambah Prapanca.

Lebih lanjut, Mohamad Prapanca menyebut kalau komentar negatif yang disampaikan The Jakmania bisa saja menjadi suatu hal yang positif untuk Persija Jakarta.

Capaian itu bisa terjadi dengan bagaimana sikap Persija memandang komentar negatif tersebut.

“Mungkin ada komentar yang sifatnya negatif. Tetapi, kalau kami turn menjadi suatu yang positif itu bisa jadi bagus juga.”

“Jadi, kami menyikapinya harus sangat dengan kepala dingin dan objektif.”

“Pertama kali saya ditunjuk jadi Presiden Klub (Persija), kami sudah bikin program selama tiga tahun ke depan sama mas Bambang Pamungkas. Namun, itu tidak bisa dideklarasikan ke semua orang. Cukup saya dan mas Bepe (sapaan Bambang Pamungkas),” tutup Prapanca. (bolasport.com)

Berita Terkait