Ini Momen Terbaik Tony Sucipto Bersama Timnas Indonesia

Sebagai salah seorang pemain senior di skuat utama saat ini, Tony Sucipto telah mencicipi beragam pengalaman, baik di level klub maupun tim nasional.

Bersama Macan Kemayoran, misalnya, pesepak bola yang kini berusia 35 tahun itu berhasil menyabet trofi . Salah satu momen yang diakui Tony menjadi salah satu yang terbaik yang pernah dilaluinya di tataran klub.

Pemain sepak bola Timnas Garuda Amputee Football (Garuda INAF) beristirahat usai menjalani sesi latihan perdana di Lapangan F7 Mini Soccer di kawasan Cilandak, Jakarta.

Lantas, kapan momen terbaik Tony bersama tim nasional?

Tanpa ragu, ia menyebut 2010, kala Indonesia menjadi salah satu tuan rumah kompetisi dwitahunan tersebut.

“Meski hanya runner-up, turnamen itu adalah yang paling berkesan bagi saya,” kata Tony dalam keterangan pers yang diterima Republika, Jumat (30/7).

Pengalaman 11 tahun lalu itu meninggalkan kesan tersendiri lantaran Tony merupakan salah seorang pemain baru di tim nasional senior yang dipercaya pelatih Alfred Riedl.

Suasana tim pun diakuinya sangat kondusif. Meski berstatus pemain baru di timnas, ia mengaku diterima baik oleh para langganan tim Garuda.

“Pemain senior sangat support dengan pemain muda yang baru bergabung seperti saya. Mereka merangkul saya karena sadar kami memiliki tujuan sama yaitu memberikan terbaik bagi timnas,” ungkap Tony yang kala itu berusia 24 tahun.

Kesolidan tim itu pula yang membuat Tony tidak canggung kala berada di dalam tim. “Semua setara di lapangan dan sama-sama bekerja keras. Tapi di luar lapangan, tetap menaruh hormat satu sama lain,” pungkasnya.

“Atmosfer penonton juga sangat luar biasa sehingga meninggalkan kesan baik bagi saya sampai sekarang.”

Sebelum dipanggil ke timnas senior untuk Piala AFF 2010, Tony telah melang melintang di tim kelompok umur. Ia sempat bergabung dengan di bawah asuhan Jim Bryden, naik ke U-17, sampai akhirnya menjadi andalan timnas senior. (Republika)

Berita Terkait