Proses Adaptasi Lancar, Pemain Asing Arema FC sudah Punya Sohib di Malang

sudah memiliki tiga pemain asing untuk , yaitu Renshi Yamaguchi, , dan Carlos Fortes. Bisa dibilang ketiganya adalah pemain asing fresh di karena baru tahun ini berkarier di Indonesia.

Proses adaptasi sempat menjadi kekhawatiran tersendiri. Bukan hanya dengan tim, tapi dengan lingkungan sekitar. Namun, hal tersebut ternyata berjalan lancar. Ketiganya tampak enjoy tinggal di Malang.

Lantaran tiga pemain tersebut masing-masing sudah punya sohib untuk menghabiskan waktu di luar lapangan. Renshi biasanya berdiskusi dengan pemain muda jebolan akademi FC, , mengingat Seiya adalah pemain kelahiran Jepang yang juga merupakan warga negara Indonesia.

Tidak jarang mereka membalas pengalaman di Jepang dan Indonesia. Mereka juga sering berburu kuliner lokal karena banyak masakan Indonesia yang cocok dengan lidah mereka, seperti rendang, rawon, sop buntut, bakso, dan lainnya. Keduanya menilai banyak makanan Indonesia yang tidak pernah dijumpainya di Jepang.

Sementara itu, Maringa lebih banyak berkumpul dengan Fortes. Sebenarnya mereka beda negara karena Maringa berasal dari Brasil dan Fortes berasal dari Portugal. Namun, keduanya sudah bermain bersama pada musim lalu di klub kasta kedua Liga Portugal, Vilafranquense. Dari segi bahasa, mereka sama-sama menggunakan bahasa Portugis.

Kebersamaan mereka sering diperlihatkan melalui story Instagram. Terkadang kedua pemain asing Arema FC itu refreshing di sebuah club house perumahan elite di Malang, Istana Dieng. Tak jarang Maringa usil kepada rekannya itu, seperti ketika Fortes ketiduran, dia iseng merekam dan tak ragu langsung mengunggahnya ke media sosial.

Asisten , , menyebut jika semua pemain yang datang pasti merasa betah. Hampir tidak ada persoalan adaptasi karena kondisi tim dan lingkungan tergolong mendukung.

“Kalau di lapangan sudah seperti keluarga bercandanya. Pemain asing maupun lokal yang baru datang pasti merasa diterima dengan baik. Jadi adaptasinya akan lebih cepat,” jelas Kuncoro.

Namun, adaptasi mereka bisa lebih cepat jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah berakhir.

Para pemain asing bisa lebih banyak berkumpul dengan pemain lokal dalam latihan maupun acara tim lainnya. Mengingat skuad Arema beberapa waktu lalu masih berlatih secara virtual karena kesulitan mencari lapangan untuk latihan.

Berita Terkait