Dulu Trauma dengan Indonesia, Kini Media China Berharap Timnas U-23 China Tetap Setim dengan Tim Garuda

Media lokal China, Titan24, berharap bisa tetap satu grup dengan dan Australia di 2022.

Perhelatan U-23 2022 harus mengalami sejumlah perubahan setelah pada Kamis (29/7/2021) Korea Utara mengajukan pengunduran diri dari ajang tersebut.

Mundurnya Korea Utara menyebabkan anggota Grup K, tempat semula Korea Utara berada, tersisa dua tim saja yaitu Jepang dan Kamboja.

Demi menjaga keseimbangan jumlah tim dalam satu grup, Konfederasi Sepakbola Asia () memutuskan untuk melakukan drawing ulang.

Hanya saja, AFC tidak akan mengulangi undian untuk seluruh grup.

AFC hanya akan mengambil satu tim dari Grup G sampai Grup J untuk dipindahkan ke Grup K.

Pengundian itu akan dilaksanakan secara virtual pada Rabu (11/8/2021).

Menurut laman resmi AFF, AFC juga hanya akan mengambil dua tim dari masing-masing grup untuk dimasukkan dalam undian ulang.

Tim yang menjadi tuan rumah dan peringkat pertama dalam masing-masing grup tidak akan diikutsertakan dalam drawing ulang nanti.

Hal itu demi memudahkan tuan rumah mempersiapkan laga dan menghindari pertemuan tim-tim unggulan.

Dengan begitu, Indonesia dan Australia yang jadi tuan rumah dan unggulan satu Grup G tidak akan masuk dalam undian.

AFC hanya akan mengambil China dan Brunei Darussalam sebagai perwakilan dari Grup G dalam undian kembali pada 11 Agustus nanti.

Melihat dampak itu, media lokal China, Titan24, berharap China tidak harus berpindah grup.

Dalam pemberitaannya, Titan24 menilai peluang timnas U-23 China untuk lolos lebih besar di Grup G ketimbang pindah ke Grup K bersama Jepang dan Kamboja.

“Untuk timnas China, jika mereka harus bersaing dengan Jepang dan Kamboja untuk lolos ke putaran final, itu akan lebih sulit,” tulis Titan24 seperti dikutip Bolasport.com.

“Bagaimanapun juga, sepakbola Jepang masih paling baik se-Asia, baik tingkat maupun kekuatannya.”

“Oleh karena itu, sebaiknya timnas U-23 China tetap bertahan di Grup G dalam kualifikasi nanti,” tulis Titan24.

Harapan Titan24 itu berkebalikan 180 derajat dengan pernyataan mereka sebelumnya yang kecewa Indonesia jadi tuan rumah Grup G dalam Kualifikasi 2022.

Titan24 sempat mempertanyakan kelayakan Indonesia sebagai tuan rumah, mengingat Indonesia saat ini tengah menjadi episentrum Covid-19 di Asia dan dunia.

“Ke Indonesia lagi, Oktober nanti. Meski dalam situasi pandemi yang sedang meninggi, kitabelum mengetahui apakah Indonesia mampu menjadi tuan rumah Kualifikasi U-23,” tulisnya.

Tak cuma itu, China juga merasa trauma berkaca pada kasus Indonesia yang menjadi tuan rumah 9 2018 lalu.

Media tersebut mengungkapkan timnas China saat itu tak memiliki hotel yang layak di Indonesia.

Bukan masalah fasilitas, tetapi karena kemacetan yang mereka alami saat itu.

“Pada 2018 lalu, China tak berada di Jakarta. laga pertama dan kedua di Bekasi, dan yang terakhir di Bogor,” tulisnya.

“Di Bekasi, kondisi hotel yang didapat tak buruk, tetapi masalahnya ia terletak di jalan yang punya trafik sibuk.”

“Setiap hari, banyak motor dan truk yang lewat, mempengaruhi istirahat pemain.”

“Saat malam sebelum lawan Tajikistan, hotel mati listrik beberapa menit, yang bikin orang tertawa sambil menangis.”

“Ketika laga ketiga di Bogor, tim ditempatkan ke tempat yang agak sepi, tetapi sayangnya ada masjid besar di dekat hotel.”

“Setiap pagi, ada panggilan solat yang sangat keras, sehingga para pemain tak mendapat tidur yang bagus,” tambahnya.

Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 akan dilaksanakan pada 27-31 Oktober 2021.

Dengan adanya perubahan ini, kemungkinan besar juga akan mengalami perubahan jadwal pertandingan. (bolasport.com)

Berita Terkait