Depak Akira Nishino, Thailand Berpotensi Ikuti Jejak Timnas Indonesia

Federasi sepak bola Thailand () resmi mendepak dari kursi pelatih mereka.

Akira Nishino resmi dipecat dari jabatannya sebagai pelatih .

Pemecatan ini tak terlepas dari performa buruk Thailand di 2022 bulan Juni lalu.

Thailand gagal lolos ke babak selanjutnya usai mendapat rentetan hasil buruk di tiga laga terakhir.

Dari tiga laga yang dijalani bulan Juni lalu, Thailand hanya berhasil meraih satu poin.

Satu-satunya poin Thailand adalah hasil imbang melawan .

Hasil ini membuat Thailand hanya menduduki peringkat ke-4 di klasemen akhir Grup G Kualifikasi 2022.

Setelah melakukan evaluasi, FAT pun akhirnya memutuskan untuk memecat Akira Nishino.

“Karena performa timnas Thailand tidak memenuhi target yang dibebankan FAT.”

“Kontrak (Akira Nishino) telah diputus dari pekerjaannya sebagai pelatih timnas Thailand,” bunyi rilis FAT di Facebook, Kamis (29/7/2021).

Sejauh ini FAT sendiri belum menentukan siapa yang akan menggantikan posisi Akira Nishino.

Namun, Thailand berpotensi mengikuti jejak dengan diasuh oleh pelatih asal Korea Selatan.

Kabar ini muncul setelah pelatih asal Korea Selatan, Lee Lim-saeng, menyatakan minatnya menjadi pelatih timnas Thailand.

Lee Lim-saeng bahkan sempat mengirimkan surat terbuka kepada FAT pada awal Juli lalu.

“Terima kasih FAT atas idenya yang ingin mengembangkan sepakbola Thailand,” kata Lee Lim-saeng dikutip dari Zing.vn, (15/7/2021).

“Secara pribadi, saya melihat sepakbola Thailand punya kualitas yang tinggi.”

“Umumnya negara-negara saat ini banyak menggunakan pelatih dari Asia Timur. Pelatih asal Korea dikenal sebagai orang yang berdedikasi dan penuh aspirasi,” imbuhnya.

Lee Lim-saeng sendiri merupakan salah satu legenda sepak bola Korea Selatan.

Kini Lee Lim-sae berstatus tanpa tim setelah berpisah dengan Suwon Samsung Bluewings Club.

Lee Lim-saeng mengaku percaya diri bisa membawa timnas Thailand berprestasi.

“Saya percaya kalau saya punya kemampuan.”

“Bukan cuma membawa sepakbola Thailand jadi nomor satu di ASEAN tetapi juga mampu mencapai puncak sepak bola Asia,” tandasnya.

Berita Terkait