Charis Yulianto, Pemegang Lisensi AFC A Yang Kini Besut Tim Liga 3

Nama Charis Yulianto sempat mulai kembali berkibar sebagai pelatih, meski sempat menghilang seusai mengenyam jam terbang sebagai salah satu defender taktis di Indonesia.

Charis terlibat dalam proyek ambisius kala membantu Mario Gomez untuk FC pada Liga 1 musim 2020. Sayang, kompetisi hanya berjalan 3 pekan sebelum tersapu pandemi Covid-19.

Lantas, bagaimana kabar defender yang telah membela 8 klub papan atas tanah air tersebut saat ini?

“Alhamdulillah, kabar saya baik. Sekarang saya melatih di untuk kompetisi nanti,” ucap Charis Yulianto melalui sambungan telepon kepada INDOSPORT, Kamis (29/07/21).

INDOSPORT lantas bertanya perihal pilihan kariernya melatih tim Liga 3. Padahal, dia cukup layak untuk membesut tim-tim berbekal lisensi kepelatihan A.

“Mungkin ini takdir bagi saya. Karena awalnya kan, saya berharap (kontrak) diperpanjang di ,” beber dia.

“Keluarga juga sudah saya boyong ke Malang, karena kebetulan anak saya diterima untuk kuliah di sini,” sambung pelatih yang sebelumnya tinggal di Bekasi, Jawa Barat tersebut.

Maka dari itu, Charis menilai pilihannya melatih NZR Sumbersari yang berkompetisi di Liga 3 PSSI Asprov Jatim, adalah sebuah tantangan tersendiri.

Bagaimana tidak, jalan karirnya sempat memuncak di peredaran tim-tim Liga 1 saat ikut menangani (2018-2019) dan Arema FC (2020).

“Saya juga suka dengan tantangan, jadi cukup relevan. Lagipula, ada visi dan misi yang sejalan dengan tim ini,” ujar Charis.

Ya, NZR Sumbersari adalah klub milik Wibie Dwi Andriyas yang notabene eks manajer tim Borneo FC di Liga 1 pada musim 2018 lalu.

Pada waktu itu, Wibie Dwi Andriyas menjadikan tim Pesut Etam cukup disegani melalui materi pemain mentereng. Salah satunya saat menghadirkan Julien Faubert, Midfielder Prancis yang sempat berlaga untuk dan West Ham united.

“Bos Wibie punya visi dan misi yang sama dengan saya. Dia ingin memajukan sepak bola Malang melalui NZR Sumbersari ini,” beber pelatih berusia 43 tahun itu.

“Lagipula, Malang dikenal sebagai barometer sepak bola nasional sekaligus gudangnya pesepak bola. Tentu, saya dan juga owner klub (Wibie Dwi Andriyas) ingin berkontribusi di situ,” tuntas dia.

Berita Terkait