PSSI Pastikan Shin Tae-yong Tak Jadi Komentator Olimpiade

memastikan bahwa tidak menjadi komentator di Tokyo 2020. Federasi sudah berkomunikasi dan mengonfirmasi langsung ke sang pelatih.

Shin Tae-yong dikabarkan menjadi komentator lewat pemberitaan media Korea, JoongAng Ilbo. Pelatih itu menjadi 1 dari total 11 ekspert yang ditugasi menganalisis kiprah Tim Olimpiade Korea di Olimpiade Tokyo, di media tersebut.

Berhubung Shin Tae-yong adalah praktisi sepakbola, ia pun ditugasi untuk mengomentari kiprah Timnas Korea. Saat kabar itu menyebar, PSSI langsung berkomunikasi dengan Shin Tae-yong.

PSSI mau Shin Tae-yong fokus ke saja yang mau menggelar Pemusatan Latihan (TC) mulai 1 Agustus mendatang. Apalagi, hal itu dikhawatirkan membuat Shin Tae-yong menunda kedatangannya ke Indonesia karena kesibukannya di Olimpiade.

“Penjelasan dari Shin Tae-yong ke PSSI, dia tidak bertindak sebagai komentator di Olimpiade,” kata Sekjen PSSI kepada detikSport.

“Salah satu media di Korea (JoongAng Ilbo) yang memasukan namanya menjadi komentator,” ujarnya menambahkan.

Setelah ditelusuri, kabar Shin Tae-yong menjadi komentator memang sebuah kesalahpahaman. Dalam versi terjemahan pemberitaan JoongAng Ilbo, Shin Tae-yong memang disebut menjadi komentator Timnas Korea.

Tapi maksudnya bukan tampil memandu pertandingan di televisi, melainkan memberikan analisis lewat tulisan atau kolumnis. Eks pemain Seongnam Ilhwa Chunma itu juga sebelumnya sudah memberikan bantahan.

“Itu salah, saya menulis pandangan sebagai penonton bukan menjadi komentator. Jadi saya sudah menjelaskan hal ini ke PSSI dan meminta pengertian mereka,” ujar Shin Tae-yong, dikutip dari Hankook Ilbo.

Klaim Shin Tae-yong pun terbukti, tulisan-tulisannya tentang kiprah Timnas Korea memang tersaji di media itu. Setelah masalah ini selesai, Shin Tae-yong memastikan akan datang ke Indonesia untuk memimpin .

“Setelah nanti saya menerima dosis ( COVID-19) kedua, saya akan kembali ke Indonesia. Karena Indonesia sekarang melarang kedatangan orang asing yang belum menjalani vaksinasi,” ucap mantan pemain dan pelatih Timnas Korea itu.

Berita Terkait