Pemain Madura United Diminta Tak Patah Semangat

Pelatih Madura meminta anak asuhnya agar tidak patah semangat menanti kepastian /22 menyusul perpanjangan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Pemerintah RI sebelumnya telah menetapkan PPKM Darurat pada 3 hingga 20 Juli di Pulau Jawa dan Bali demi menekan angka kasus pandemi COVID-19 yang meroket. Kebijakan itu membuat operator kompetisi PT Baru () mewacanakan Liga 1 dimulai akhir Agustus setelah kick-off 9 Juli mengalami penundaan.

Namun Pemerintah RI selanjutnya memperpanjang PPKM Darurat yang berganti nama menjadi PPKM Level 3 dan 4 hingga 25 Juli. Terakhir, PPKM Level 4 diterapkan hingga 2 Agustus.

Kebijakan itu membuat pelaksanaan kompetisi menjadi tanda tanya. Perpanjangan hingga awal Agustus ini tentunya kembali berdampak kepada kick-off Liga 1. Sebab, klub meminta agar kompetisi digelar satu bulan setelah tim menjalani latihan pasca-PPKM.

Rahmad mengatakan, PT LIB maupun PSSI harus bisa mengambil sikap untuk menentukan kepastian kompetisi dengan tidak melempar wacana seperti yang dilakukan belakangan ini.

Kepastian kompetisi, lanjut Rahmad, berpengaruh terhadap program klub ke depannya. Serta, estimasi memulai latihan bersama guna mematangkan tim sebelum mengarungi ketatnya kompetisi.

“Harapan kami agar segera ada kepastian. Soalnya tiada yang tahu ini sampai kapan. Apalagi, PPKM terus diperpanjang, kita juga tidak tahu akan terus diperpanjang atau ini yang terakhir,” ujar pria yang akrab disapa RD itu dilansir laman resmi klub.

RD meminta pemain agar tetap melaksanakan latihan mandiri dengan semangat tinggi sambil menanti kepastian kompetisi. RD tidak menginginkan anak asuhnya mengalami penurunan kondisi akibat libur latihan selama satu bulan.

“Saya minta kepada semua pemain agar tidak patah semangat dan bosan untuk latihan mandiri. Ini untuk kondisi fisik mereka juga, walaupun PPKM sudah dilanjutkan lagi,” ucap RD.

Sementara itu, kapten tim telah menerima dua kali vaksin penangkal Covid-19. Seperti halnya pesepakbola yang mengais rezeki di , Fachrudin berharap agar kompetisi segera dapat digelar.

“Kami sudah sangat rindu kompetisi Liga 1. Saya beserta pemain banyak yang sudah jalani vaksinasi dua kali. Kami siap bertanding. Saya yakin semua pesepakbola di Indonesia sudah lakukan vaksinasi, sehingga tidak ada alasan lagi kompetisi ini selalu ditunda,” tutur Fachrudin.

Berita Terkait