Program Latihan PSIS Kemungkinan Besar akan Diulang dari Awal

Seluruh kontestan saat ini tengah harap-harap cemas menanti kepastian waktu pasti bergulirnya kompetisi.

Bagaimana tidak, seluruh klub kasta tertinggi liga di ini telah mempersiapkan tim secara sungguh-sungguh pada periode Bulan Mei dan Juni lalu.

Bahkan ada yang selepas tetap menggelar latihan guna persiapan menghadapi kompetisi.

Namun saat ini kompetisi Liga 1 justru buram setelah ada himbauan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada untuk menunda pelaksanaan kompetisi.

Hingga Senin (26/07/21) malam, baik PSSI mau pun PT. Baru selaku operator liga juga belum bisa memastikan kapan kompetisi akan bergulir.

Salah satu klub Liga 1 asal Provinsi Jawa Tengah, Semarang menyebut banyak kerugian yang mereka dapatkan setelah kompetisi tertunda.

Salah satunya mengenai program latihan yang sebetulnya telah tersusun secara rapi kini terancam harus diulang dari awal.

Apalagi semenjak adanya program Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat pada 3 Juli lalu, PSIS sampai Senin ini belum menggelar latihan lagi secara tim. Para penggawa Laskar saat ini tengah diliburkan dan diminta untuk melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing.

“Persiapan PSIS sudah mencapai angka 85 persen untuk kompetisi Liga 1 sebelum ada kabar penundaan dan PPKM. Ini sangat berdampak pada tim. Ibaratnya sebuah tungku, ini sudah mulai panas dan akan menyala harus dimatikan lagi,” ujar General Manager PSIS, Wahyoe ‘Liluk’ Winarto di Semarang, Senin (26/07/21).

“Kalau mungkin PPKM ini boleh latihan, beda cerita. Tapi kan PSIS menghormati segala keputusan yang diambil oleh pihak terkait dan kedepannya akan menyesuaikan. Semoga segera ada kabar baik terkait kompetisi yang sudah kita nantikan ini,” pungkas Liluk.

Berita Terkait