Pemain Indonesia Harus Bisa Atasi Homesick Saat Main di Luar Negeri

Belakangan ini, sejumlah pemain muda mulai menunjukkan keberanian untuk berkarier di luar negeri.

Terbaru, pemain jebolan U-19 Indonesia, Khairul , bergabung dengan klub di Spanyol, CP Villarrobledo.

Selain itu, ada deretan nama lainnya yang lebih dulu merumput di negeri orang.

Di antaranya adalah Brylian Aldama dan yang membela (Kroasia)

Bagus Kahfi berlabuh di Jong Utrecht (Belanda) serta yang berseragam FK Radnik Surdulica (Serbia)

Ada hal yang patut diperhatikan pemain-pemain tersebut saat mengadu nasib di negeri orang.

Hal itu disampaikan oleh asisten pelatih timnas Indonesia, , kepada BolaSport.com, Minggu (25/7/2021).

Dikatakan Nova Arianto, pesepak bola asal Indonesia harus pandai mengendalikan sifat homesick.

Karakter tersebut bukan tidak mungkin akan memengaruhi penampilan mereka.

“Kelemahan kita (pemain muda Indonesia) adalah selalu homesick dengan rumah,” ujar pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu.

“Hal itu (homesick), pemain harus bisa mengatasinya,” sambung Nova Arianto.

Di satu sisi, pemain tersebut juga harus bisa cepat menyesuaikan diri dengan berbagai hal baru di lingkungannya.

Dengan begitu, dia mampu mengeluarkan kinerja terbaik dan dapat bersaing dengan pemain dari negeri lain.

“Pemain harus cepat berdaptasi dengan lingkungan baru,” kata Nova Arianto.

“Soalnya, setiap negara pasti mempunyai kultur dan budaya yang berbeda-beda,” sambung mantan pemain itu.

Berita Terkait