Logonya Nyontek Al Hilal, Klub Baru Liga 3 Ini Diserang Netizen Arab Saudi

Setahun lalu, jagat sepak sempat dihebohkan dengan kemunculan klub baru yang mencatut nama salah satu merek minuman berenergi ternama asal Eropa, Red Bull Depok. Mereka belakangan menerima somasi kemudian mengubah nama menjadi FC.

Beberapa waktu lalu, fenomena serupa kembali terjadi, kali ini datang dari Sumatra Barat. Siapa lagi kalau bukan Paduan Sepak bola Lima Puluh Kota dan Payakumbuh alias Luak 50 yang diketahui baru saja berdiri pada awal April kemarin.

Sebagai pendatang baru, Dualipa FC menarik atensi penikmat sepak bola nasional lantaran penggunaan nama yang menyerupai penyanyi mancanegara asal Inggris keturunan Albania, Dua Lipa. Hal ini secara tidak langsung telah membuat klub dikenal lebih luas lewat media sosial.

Namun, manajemen Dualipa FC melakukan satu kesalahan fatal yang berbuntut kontroversi. Logo mereka terlihat asal-asalan tanpa konsep atau filosofi layaknya klub-klub sepak bola pada umumnya, bahkan menjiplak salah satu raksasa Liga Arab Saudi, Al Hilal FC.

Sontak keputusan itu memicu serangan demi serangan dari netizen dalam unggahan akun Instagram @dualipafcluak50.sumbar, terlebih mereka yang berasal dari Arab Saudi. Sebagian besar kolom komentar berisikan kata-kata berbahasa Arab.

Terpantau sekitar 271 komentar memenuhi unggahan Dualipa FC tentang “Seleksi Terbuka”, 25 Juni silam. Sebuah syok terapi yang lantas memaksa manajemen berbenah serta segera menggantinya dengan logo baru.

“Mohon maaf dan terima kasih atas sarannya. Tim ini baru lahir dan masih banyak kekurangan. Ke depan, evaluasi akan secepatnya dilakukan,” begitu bunyi pernyataan Dualipa FC dalam unggahan berikutnya pada hari yang sama, 25 Juni 2021.

Redaksi berita olahraga INDOSPORT sempat meminta keterangan dari pihak Dualipa FC, namun tidak banyak informasi yang bisa didapatkan. Mereka bahkan mengaku tak tahu soal nama klub yang menyerupai artis mancanegara (Dua Lipa).

“Dualipa itu paduan dua daerah. Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Nggak tahu lah kalau ada yang lain. Yang kami tahu cuma itu,” kata pelatih Dualipa FC, Tomy Hermanto, kepada INDOSPORT, Senin (26/7/21).

Terlepas dari kontroversi nama dan logo, Dualipa FC rupanya mengusung misi mulia. Mereka ingin memajukan sepak bola daerah di Sumatra Barat, terutama Kota Payakumbuh dan Kab. Lima Puluh Kota.

Dualipa FC juga sudah mendaftarkan diri untuk menjadi anggota Asprov Sumatra Barat dalam Biasa, 12 Juni silam.

Mereka lantas diresmikan sebagai calon anggota bersama dua klub lain, yakni Absolute FC (Kab. Solok) dan PS Machudum (Kota Padang), yang kemungkinan bakal mentas di .

“Dualipa FC telah disahkan sebagai calon anggota Asprov PSSI Sumbar bersama Absolute FC (Kab. Solok) dan PS Machudum (Kota Padang) untuk selanjutnya diteruskan kepada PSSI Pusat,” kata pendiri sekaligus manajer Dualipa FC, Jhonny Sandadinata, usai kongres.

“Alhamdulillah, Dualipa FC bersiap untuk , Piala Soeratin U-17, U-15, dan U-13 tahun ini. Percaya proses untuk pembinaan sepak bola Lima Puluh Kota dan Payakumbuh,” tandasnya.

Terkait pembinaan sepak bola daerah setempat, Dualipa FC mendapatkan banyak dukungan di media sosial, tentu saja dengan catatan logo dirombak total menghilangkan jiplakan gambar bulan-bintang ala Al Hilal FC.

Berita Terkait